Lubukbasung, Prokabar.com – Bupati Agam Ir. H. Benni Warlis, MM Dt. Tan Batuah bersama jajaran usai rapat evaluasi dan koordinasi dengan sejumlah Forkopimda melakukan sejumlah langkah-langkah penting, Rabu malam (1/10). Melakukan penyidikan epidemiologi untuk mengetahui sumber keracunan, dengan Memeriksa dapur, sumber air bersih, bahan baku makanan, alat-alat dapur, hingga petugas pengelola makanan.
“Semua perizinan harus dipenuhi oleh penyelenggara atau SPPG. Usaha tanpa izin akan dihentikan. Kita berkepentingan melindungi masyarakat kita,” tegas Bupati Agam, Beni Warlis.
Berdasarkan data sementara, 86 orang terindikasi keracunan. Dengan rincian 57 murid, 6 guru, 2 orang tua dan 21 lainnya tidak melapor. Total penerima makanan sebanyak 27 sekolah. Sedangkan distribusi makanan dari dapur umum Nagari Kampung Tangah sebanyak 2.669 porsi.
“Puskesmas Manggopoh kita tetapkan sebagai Posko KLB atau Kejadian Luar Biasa. Masyarakat yang merasa bergejala segera ke rumah sakit atau puskesmas terdekat. Dengan terbitnya SK KLB, Pemda Agam menaggung seluruh biaya pengobatan korban.” pungkasnya. (rud)
















