Trending | News | Daerah | Covid-19

Ekonomi

Kolaborasi IDEAS – Dompet Dhuafa Gelar Indonesia Poverty Outlook 2020, Tanggulangi Berbasis Pertumbuhan Ekonomi

Foto Beb - Peresmian kolaborasi IDEAS - Dompet Dhuafa
Dibaca : 6.7K

Jakarta, Prokabar – Lima tahun kedepan pemerintah harus memiliki paradigma kemiskinan. Sesuai dengan amanah, negara harus mengatur pasar dan menciptakan pekerjaan bagi warga negaranya.

Harapan ini disampaikan Dr Hendri Saparini (Direktur Eksekutif Core Indonesia) dalam diskusi Indonesia Poverty Outlook 2020 di Auditorium Adhiyana Wisma Antara, Jakarta, Senin (9/12).

Mengusung tema Peta Strategi Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Pertumbuhan Ekonomi (Pro-Poor City Index), acara ini diprakarsai Dompet Dhuafa dan Ideas (Indonesia development and islamic Studies).

Foto Beb - Diskusi Peta Strategi Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Pertumbuhan Ekonomi

Foto Beb – Diskusi Peta Strategi Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Pertumbuhan Ekonomi

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2019 mencapai 25,14 juta jiwa atau sekitar 9,82% dari total penduduk. Jumlah tersebut berkurang 530 ribu jiwa dibandingkan posisi September tahun lalu dan menyusut 805 ribu jiwa dibandingkan posisi Maret tahun lalu.

Menurut Inisiator dan Ketua Pembina Dompet Dhuafa, Parni Hadi menyatakan peran Dompet Dhuafa selama 26 tahun berdiri, terus berjuang pengentasan kemiskinan. ”Melihat pengentasan kemiskinan harus berarti pemberdayaan orang miskin (kaum dhuafa). Untuk itu, perlu debirotikrasi, efisiensi dan kemandirian,” jelas Parni dalam sambutannya.

Foto Beb - Ketua Pembina Dompet Dhuafa, Parni Hadi saat menyampaikan sambutan di acara Indonesia Poverty Outlook 2020

Foto Beb – Ketua Pembina Dompet Dhuafa, Parni Hadi saat menyampaikan sambutan di acara Indonesia Poverty Outlook 2020

”Dompet Dhuafa dalam menerapkan kegiatannya melakukan profetik filantropreneur (prophetic philanthropreneur) yang dijabarkan dalam prophetic socio-technopreneurship (wirausaha sosial profetik) untuk memutus lima lingkaran kemiskinan,” ujarnya menambahkan.

Melalui Poverty Outlook 2020, diharapkan dapat menjadi acuan dalam pembuatan kebijakan yang berkaitan dengan upaya pengentasan kemiskinan di tahun yang akan datang baik bagi pemerintah maupun pihak swasta yang memiliki fokus di bidang kemiskinan.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat memberi pandangan dan masukan terkait program yang telah dijalankan oleh pemerintah maupun lembaga lainnya, serta kebijakan yang telah ada terkait upaya penanggulangan kemiskinan.

“Pemberantasan kemiskinan tidak mutlak menjadi tugas pemerintah saja. Lembaga sosial yang fokus pada pemberdayaan masyarakat pun turut ambil bagian. Salah satunya Dompet Dhuafa. Sebagai lembaga yang mengelola dana Islam social (social Islamic fund), Dompet Dhuafa sangat konsen dalam upaya pemberdayaan kaum dhuafa, baik ekonomi, kesehatan, pendidikan, maupun pelayanan sosial kemasyarakatan,” pungkas Parni. (beb)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top