Trending | News | Daerah | Covid-19

Internasional

Kolaborasi Dompet Dhuafa – Badan Pengungsi PBB (UNHCR), Sepakati Tiga Hal Penting Bagi Pengungsi Terlantar

Foto Beb -Ann Maymann (The Representative of UNHCR Indonesia) saat diwawancarai awak media
Dibaca : 440

Jakarta, Prokabar — Konflik yang terjadi di sejumlah negara semakin memprihatinkan. Kondisi ini turut berdampak pada peningkatan jumlah pengungsi dan pencari suaka di dunia mencari tempat yang aman.

Menurut data Pengungsi PBB (UNHCR) pada 2018 terdapat 70,8 juta orang terlantar di seluruh dunia. Data inilah yang kemudian menjadi pembahasan di setiap negara tentang ‘Krisis Pengungsi hingga Kemanusiaan’.

Berbagai organisasi kemanusiaan ikut ambil peran dalam menanggulangi pengungsi yang datang ke Indonesia. Salah satunya Dompet Dhuafa yang tidak tinggal diam dalam membantu pengungsi mendapat layanan kemanusiaan.

Langkah Dompet Dhuafa rupanya mendapat apresiasi dari UNHCR sebagai organisasi dunia (PBB) dalam mengurus pengungsian.

“Saya merasa bersyukur dan senang bisa bekerjasama dengan organisasi kemanusiaan seperti Dompet Dhuafa. Saya berharap kerjasama ini berlangsung lama karena Indonesia butuh partner dalam menjalankan kemanusiaan,” terang Ann Maymann (The Representative of UNHCR Indonesia) usai menghadiri acara Your for Peace Camp di Balai Kartini, Jakarta.

Saat menghadiri diskusi tentang ‘Global Network, Launching, Roadmap of Indonesia Role on Internasional Peacebuilding’, Ann tertarik akan gerakan membantu para pengungsi.

“Senang dengan adanya pembahasan ide-ide dan kegiatan baru untuk para pengungsi. Tujuannya untuk membantu mereka dan mengembangkan keahlian pengungsi,” tambah Ann lagi.

Imam Rulyawan selaku Eksekutif Direktur Dompet Dhuafa yang turut mendampingi Ann dalam wawancara dengan awak media mengatakan, ada tiga hal penting dalam kerjasamanya dengan UNHCR.

Pertama, pengadaan sekolah untuk pengungsi dari berbagai negara seperti Yaman, Palestina Myanmar, Bangladesh, Suriah, Afganistan. Kedua, pengobatan gratis di rumah sakit Dompet Dhuafa bagi pengungsi. Ketiga, memberikan bantuan makanan langsung satu hari satu kali kepada pengungsi.

“Tiga hal kerjasama ini bisa berlangsung dan terlaksan berkat kekuatan zakat, sedekah dan infak masyarakat Indonesia,” jelas Imam.

“Potensi ZIKWAF (Zakar, Infak, Sedekah dan Wakaf) ternyata bisa membantu bukan hanya di dalam negeri tapi juga saudara saudara kita (pengungsi) yang mengalami cobaan sehingga mereka terdampar di Indonesia,” ujar Imam menambahkan.

Ditambahakn Achsanul Habib, Direktur Hak Asasi Manusia dan Urusan Kemanusiaan Kemenlu, ditutuhkan aktor-aktor non pemerintah dalam urusan kemanusiaan.

“Kita jelas diplomasi kemanusiaan itu prioritas politik luar negeri. Tidak hanya menggunakan potensi dan sumber daya yang ada dalam pemerintah tapi lebih penting dalam dunia mengedepankan aktor aktor non pemerintah,” sebutnya. (beb)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top