Kolaborasi Dompet Dhuafa – Badan Pengungsi PBB (UNHCR), Sepakati Tiga Hal Penting Bagi Pengungsi Terlantar

Penulis -

Kamis, 12 Desember 2019 - 11:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar — Konflik yang terjadi di sejumlah negara semakin memprihatinkan. Kondisi ini turut berdampak pada peningkatan jumlah pengungsi dan pencari suaka di dunia mencari tempat yang aman.

Menurut data Pengungsi PBB (UNHCR) pada 2018 terdapat 70,8 juta orang terlantar di seluruh dunia. Data inilah yang kemudian menjadi pembahasan di setiap negara tentang ‘Krisis Pengungsi hingga Kemanusiaan’.

Berbagai organisasi kemanusiaan ikut ambil peran dalam menanggulangi pengungsi yang datang ke Indonesia. Salah satunya Dompet Dhuafa yang tidak tinggal diam dalam membantu pengungsi mendapat layanan kemanusiaan.

Langkah Dompet Dhuafa rupanya mendapat apresiasi dari UNHCR sebagai organisasi dunia (PBB) dalam mengurus pengungsian.

“Saya merasa bersyukur dan senang bisa bekerjasama dengan organisasi kemanusiaan seperti Dompet Dhuafa. Saya berharap kerjasama ini berlangsung lama karena Indonesia butuh partner dalam menjalankan kemanusiaan,” terang Ann Maymann (The Representative of UNHCR Indonesia) usai menghadiri acara Your for Peace Camp di Balai Kartini, Jakarta.

Saat menghadiri diskusi tentang ‘Global Network, Launching, Roadmap of Indonesia Role on Internasional Peacebuilding’, Ann tertarik akan gerakan membantu para pengungsi.

“Senang dengan adanya pembahasan ide-ide dan kegiatan baru untuk para pengungsi. Tujuannya untuk membantu mereka dan mengembangkan keahlian pengungsi,” tambah Ann lagi.

Imam Rulyawan selaku Eksekutif Direktur Dompet Dhuafa yang turut mendampingi Ann dalam wawancara dengan awak media mengatakan, ada tiga hal penting dalam kerjasamanya dengan UNHCR.

Pertama, pengadaan sekolah untuk pengungsi dari berbagai negara seperti Yaman, Palestina Myanmar, Bangladesh, Suriah, Afganistan. Kedua, pengobatan gratis di rumah sakit Dompet Dhuafa bagi pengungsi. Ketiga, memberikan bantuan makanan langsung satu hari satu kali kepada pengungsi.

“Tiga hal kerjasama ini bisa berlangsung dan terlaksan berkat kekuatan zakat, sedekah dan infak masyarakat Indonesia,” jelas Imam.

“Potensi ZIKWAF (Zakar, Infak, Sedekah dan Wakaf) ternyata bisa membantu bukan hanya di dalam negeri tapi juga saudara saudara kita (pengungsi) yang mengalami cobaan sehingga mereka terdampar di Indonesia,” ujar Imam menambahkan.

Ditambahakn Achsanul Habib, Direktur Hak Asasi Manusia dan Urusan Kemanusiaan Kemenlu, ditutuhkan aktor-aktor non pemerintah dalam urusan kemanusiaan.

“Kita jelas diplomasi kemanusiaan itu prioritas politik luar negeri. Tidak hanya menggunakan potensi dan sumber daya yang ada dalam pemerintah tapi lebih penting dalam dunia mengedepankan aktor aktor non pemerintah,” sebutnya. (beb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konflik Iran-Israel Memanas: Serangan Rudal dan Drone Tewaskan 24 Orang
Gawat! 300 Ribu Hektare Sawah Hilang, Alex Indra Lukman Desak Negara Dukung Riset Pertanian Lokal!
Langkah Kaki Anak Bangsa Menuju Panggung Dunia: Camp Broadway Indonesia Tampil di Carnegie Hall
Delapan Kepala Daerah Puas Ikut Rising Fellowship, Ini Kata Fadly Amran
New York, Kota Dunia yang tak Pernah Tidur
Fakta Gempa Dahsyat Turki dan Suriah: Ribuan tewas, dan Sudah Diperingatkan Peneliti Belanda
Ini tragedi Kemanusiaan, Duka di Kanjuruhan adalah Duka Dunia
Banjir di Korea Selatan, Begini Nasib Para WNI

Berita Terkait

Selasa, 17 Juni 2025 - 19:26 WIB

Konflik Iran-Israel Memanas: Serangan Rudal dan Drone Tewaskan 24 Orang

Jumat, 23 Mei 2025 - 20:27 WIB

Gawat! 300 Ribu Hektare Sawah Hilang, Alex Indra Lukman Desak Negara Dukung Riset Pertanian Lokal!

Sabtu, 19 April 2025 - 20:56 WIB

Langkah Kaki Anak Bangsa Menuju Panggung Dunia: Camp Broadway Indonesia Tampil di Carnegie Hall

Jumat, 10 Maret 2023 - 22:43 WIB

Delapan Kepala Daerah Puas Ikut Rising Fellowship, Ini Kata Fadly Amran

Minggu, 12 Februari 2023 - 18:04 WIB

New York, Kota Dunia yang tak Pernah Tidur

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB