Painan,Prokabar – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI), Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), mendukung rencana Dinas Perdagangan dan Transmigrasi dalam merelokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan wisata Pantai Carocok Painan.
“Kita sangat sepakat dengan apa yang dicanangkan oleh Dinas Perdagangan dan Transmigrasi tersebut,” ujar, Joni Wal Ardin, Kamis (23/12).
Ia menambahkan, jika PKL tersebut dapat ditertibkan, maka kawasan wisata Pantai Carocok dapat tertata dengan rapi, malahan bisa terlihat indah.
“Jika tertata dengan rapi dan indah, itu kan dapat menunjang perkembangan kawasan wisata juga,” ujarnya lagi.
Lebih lanjut, Joni mengungkapkan, jika memang relokasi ini nantinya dapat terlaksana, jangan sampai terlalu jauh lokasinya dari kawasan wisata tersebut.
Menurut Joni, pemerintah juga harus memikirkan nasib pedagang. Jadi, kebijakan yang diambil tidak boleh berpihak sebelah, tetapi juga harus memikirkan masyarakat yang berdagang.
Kepala Dinas Perdagangan dan Transmigrasi, Mimi Riarty Zainul mengatakan, pihaknya telah mendata jumlah PKL yang berada pada kawasan yang perlu ditertibkan tersebut.
“Kita ingin merelokasi pada satu tempat, tetapi kita juga memikirkan bagaimana aktifitas pedagang berjalan baik. Kami ingin, pengunjung yang datang juga melewati semua lapak pedagang sehingga terjadi aktifitas transaksi jual beli,” jelas Mimi.
Disebutkan, terdapat 90 PKL yang bakal ditertibkan pada kawasan wisata. Diantaranya di depan panggung utama Carocok, deretan depan Masjid Terapung serta titik-titik lain yang dianggap mengurangi nilai keindahan sebuah kawasan wisata.
Penertiban itu segera dilaksanakan dalam rangka persiapan tahun baru sekaligus penataan jangka panjang yang bakal diterapkan secara permanen.
“Kalau saat ini memang kita melihat kawasan Carocok sembraut sekali, terdapat titik-titik yang sunguh tidak indah dipandang mata. Untuk solusinya, nanti kita bersama dinas terkait lain akan membahas dan mencari space untuk penempatan PKL itu sendiri,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Suhendri menjelaskan selain upaya penataan PKL, pihaknya juga ingin mengoptimalkan pengelolaan parkir yang dikelola pemerintah.
Kemudian, pos retribusi yang berada di bagian belakang bakal dipindahkan ke arah depan Masjid Terapung.
“Penempatan pos retribusi yang kita relokasi nanti bukan berarti pengunjung yang datang membayar masuk kawasan Masjid. Tapi, retribusi untuk masuk kawasan wisata, karena Masjid Terapung juga bagian dari kawasan wisata Carocok,” jelasnya.
Terkait upaya penataan atau relokasi PKL, Suhendri menyebut bakal berkoordinasi dan melaporkan kepada Bupati Rusma Yul Anwar.
“Jika, pimpinan nanti setuju dengan apa yang kita tinjau hari ini. Selanjutnya, tentu kita akan mensosialisasikan kepada masyarakat pedagang,” ucapannya.
Terkait wacana relokasi PKL itu, salah seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya meminta agar pemerintah daerah dapat memberikan solusi terbaik.
Disatu sisi, pedagang ingin mengais rezeki dengan berdagang di lokasi wisata yang strategis. Tetapi, di sejumlah titik keberadaan PKL juga mengurangi nilai keindahan kawasan.
“Saya setuju saja, tapi coba dipikirkan juga mana lokasi yang bisa kami manfaatkan berdagang tanpa mengurangi transaksi jual beli,” pintanya.
Sementara, Informasi yang dirangkum kitasiar.com puluhan PKL tersebut bakal dipindahkan ke area parkir mobil kawasan Carocok Painan.
Di lokasi itu, pedagang akan disusun secara rapi sehingga jalan tengah utama menuju ikon Carocok sudah bebas dari aktivitas pedagang.
Dalam kunjungan lapangan ke kawasan Carocok itu, Wali Nagari Painan Selatan, Rovbel Yudiathma juga turut mendampingi Dinas Pariwisata dan Dinas Perdagangan.
Sebelum rencana relokasi dieksekusi, pihaknya juga bakal mensosialisasikan kepada masyarakat dan duduk bersama mencari kata sepakat,” tutupnya. (min)
















