Padang, Prokabar – Tabuah atau bedug ada sepanjang tahun, sepanjang Ramadhan.
Walau kini tabuah sudah jarang, tapi kisahnya masih dilanjutkan di banyak nagari.
Tabuah dibunyikan dengan cara dipukul setiap masuk waktu sembahyang atau shalat.
Doeloe saat jam dinding atau arloji masih sangat jarang, “jam” nya adalah matahari.
Untuk buka puasa, “jam”-nya adalah kelelawar. Jika sudah terbang, magrib sudah datang. Tabuah pun dipukul.
Jika tabuah siang sudah terdengar maka semua orang berhenti bekerja. Ambil wudhuk lalu shalat.
Bunyi tabuah bermacam-macam tergantung gaya suatu nagari.
Selain tabuah juga ada aguang. Fungsinya sama.
Sekarang semua diganti mikrofon. (nrs)
















