Daerah

Kisah Dokter Gigi Disabilitas, Lulus PNS Namun Dibatalkan Pemda Solok Selatan

Dibaca : 1.6K

Solok Selatan, Prokabar — Romi Syofpa Ismael seorang dokter gigi dan perempuan disabilitas yang menggunakan alat bantu kursi roda dalam menjalankan aktivitasnya.

Sejak tahun 2015, Romi sapaan akrabnya mengabdi sebagai PTT atau honorer dokter gigi di Puskesmas Talunan yang merupakan salah satu wilayah terpencil di Kabupaten Solok Selatan.

Pada Juli 2016 silam, pasca operasi sesar ia melahirkan putri keduanya, ia menderita kelemahan pada otot tungkai bawah.

Setelah berobat selama tiga bulan, ia kembali memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Puskesmas Talunan dengan menggunakan kursi roda.

Tahun 2018, Romi mengikuti tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dengan mengambil formasi dokter gigi di Puskesmas Talunan yang hanya disediakan untuk satu orang.

Setelah mengikuti ujian, pemda Solok Selatan mengumumkan Romi lulus menjadi CPNS dan diminta untuk memenuhi kelengkapan administrasi.

Dalam proses pemenuhan kelengkapan administrasi, Romi mendapatkan tantangan. Kondisi Romi yang menggunakan kursi roda, ketika memenuhi persyaratan kesehatan jasmani mesti melakukan uji coba pelayanan di rumah RSUD setempat.

Setelah itu, dokter mengeluarkan surat keterangan yang mengatakan kondisi fisik, Romi sehat dengan catatan ada kelemahan di otot tungkai bawah serta memberikan saran agar memperoleh pendapat dari ahli okupasi.

Setelah itu, Romi mendatangi RSUP M. Djamil Padang untuk mendapatkan rekomendasi dari ahli rehabilitasi medik dan kemudian ahli okupasi di Pekanbaru yang mengatakan kondisi disabilitasnya tidak mengganggu pada pekerjaannya sebagai dokter gigi.

Selanjutnya, Romi memberikan kelengkapan syarat administrasi yang diterima oleh Pemda Solok Selatan.

Namun tiba-tiba, Romi menerima pengumuman bahwa kelulusan CPNSnya dibatalkan oleh Bupati Solok Selatan pada 18 Maret 2019 dengan alasan mengundurkan diri dan atau tidak memenuhi persyaratan tertentu sehingga berkas yang sudah dilengkapi tidak dikirimkan ke Badan Kepegawaian Negara sebagai lembaga yang berwenang mengeluarkan nomor induk kepegawaian.

“Cita-cita saya kandas ditengah jalan hanya karena kondisi disabilitas,” ujar Romi kepada Prokabar.com.

Atas kasus ini, akhirnya ia mendapatkan dukungan dari berbagai pihak terutama Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Wilayah Sumbar.

Halaman : 1 2

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top