Trending | News | Daerah | Covid-19

Pendidikan

Kiprah Penyanyi Andini dan Satvika Iswara Bentuk Yayasan Pengembangan Teknologi Berbasis Kesehatan dan Sosial

Dibaca : 106

Jakarta, Prokabar — Peran aktif Andini dalam membantu persoalan bangsa tidak diragukan lagi. Kali ini penyanyi yang pernah berkolaborasi dengan musisi tuna netra, sepertinya tak pernah berhenti untuk melakukan pengembangan di bidang IT.

Andini bersama Satvika Iswara, lulusan Psikologi Universitas Indonesia akan mengembangkan dan fokus mendirikan sebuah yayasan

“Sepertinya saya akan fokus di situ. Yayasan ini bergerak di bidang riset, pengembangan teknologi berbasis kesehatan, sosial dan menemani anak – anak muda yang kesepian, dan masih banyak lagi,” jelas Andini.

Jelang pembentukan yayasan, keduanya akan melakukan aksi bakti sosial. Bentuknya membagi sedikitnya 100 touchles sanitizer di berbagai wilayah, seperti Bali, Sumatera Utara dan Aceh.

“Ide membagikan touchles sanitizer dari aku. Tapi wilayah mana yang akan diberikan itu Satvika yang menentukan,” ungkap Andini yang rencananya aksi tersebut dilaksanakan pertengahan Desember mendatang.

“Kenapa Bali saya pilih? Karena Bali sumber pendapatannya dari industri pariwisata, sedangkan karena pandemi, tidak ada arus masuk selancar kemarin. Membuat mereka kesulitan memenuhi protokol covid yang ideal,” ungkap Satvika.

Apa itu Touchles Sanitizer? Touchles Sanitizer adalah sanitizer yang bisa mengalir sendiri dari botolnya tanpa harus menekan tombol. Cukup mendekatkan telapak tangan ke lubang pengeluaran.

Kenapa harus touchles (tanpa sentuh-red) ? Sebab bukan tidak mungkin penularan Corona bisa melalui botol Sanitizer. Saat menekan botol itulah terjadi kontak dengan botol yang bukan tidak mungkin mengandung virus atau bakteri.

Menurut Satvika Iswara, protokol kesehatan itu sangat penting. Apalagi pandemi covid belum terlihat kapan akan berakhir. Nah di daerah – daerah kurang mendapat perhatian. Atas dasar itulah Satvika bersama Andini melakukan bakti sosial bagi bagi Touchles Sanitizer. Agar tepat sasaran mungkin akan diberikan ke gedung – gedung perkantoran.

Selesai program bagi – bagi Touchles Sanitizer mereka akan fokus merumuskan bentuk yayasan.

Sebelumnya Andini bersama timnya berhasil mengembangkan alat pengukur suhu terintegrasi. Alat itu bukan hanya merekam suhu badan, tapi juga mengambil gambar orang yang dideteksi suhu tubuhnya. Alat itu kemudian diberi merk Kayu Laut.

Kayu Laut bukan sekadar merk. Bagi Andini Kayu Laut adalah spirit untuk bergerak dalam rangka mengisi ruang pengabdian. (beb)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top