Tanah Datar, Prokabar — Pemerintah kabupaten Tanah Datar kembali memberangkatkan siswa berprestasi ke luar negeri. Tahun ini diikuti sebanyak 125 orang siswa.
Keberangkatan dilepas Sekretaris Daerah Hardiman, di aula kantor Bupati di Pagaruyung untuk menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang dilanjutkan penerbangan menuju Malaysia dan Singapura.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Datar diwakili Kabid pembinaan Sekolah Menengah Pertama Inhendri Abbas mengatakan, kegiatan studi banding ini sudah dua belas kali dilaksanakan oleh pemkab Tanah Datar.
“Kegiatan ini semenjak tahun 2006, yang merupakan reward atau penghargaan khusus bagi siswa yang berprestasi baik akademik maupun non akademik. Tahun ini rombongan terdiri siswa berprestasi SD/MI sebanyak 15 orang, SMP/MTsN 33 orang, SMA/MA/SMK 39 orang, non akademik 16 orang, guru berprestasi 8 orang, pengawas 3 orang, Kepala sekolah 8 orang dan pendamping lainnya 11 orang, total 125 orang,”ucapnya.
Reward keluar negeri diberikan dengan tujuan, siswa maupun pembimbing dapat melihat keunggulan sistem penyelenggaraan pendidikan di negara tetangga Malaysia dan Singapura yang sudah lebih baik dari Tanah Datar. Sehingga ketika kita berkunjung dan melihat langsung, diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi peningkatan kualitas pendidikan di Tanah Datar.
Sementara itu, Sekda Hardiman menyampaikan, kegiatan ini merupakan implementasi dari Undang-Undang nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan komitmen daerah dalam meningkatkan sumber daya manusia. Untuk itu, kegiatan ini salah satu usaha untuk memotivasi dan penghargaan kepada siswa. Pemerintah daerah juga telah menganggarkan dan mengagendakan setiap tahunnya kegiatan serupa, dan ini merupakan komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di kabupaten Tanah Datar.
Pemerintah Tanah Datar dari tahun 2006 telah memberi reward berupa studi banding ini sebanyak 1.378 orang.
“Tahun ini kita memberangkatkan 125 siswa dan pendamping pilihan hasil dari penilaian yang objektif, transparan, efektif dan efesien dan mempertimbangkan usulan dari dinas dan instansi terkait,” katanya.
Selanjutnya Hardiman harapkan kepada siswa maupun pendamping untuk mengikuti pedoman dan aturan yang telah ditetapkan panitia, sehingga kegiatan bisa berjalan sukses, karena di negeri orang terbukti bahwa mereka disiplin, tertib, taat aturan, sehingga pelanggaran dan keteledoran akan berdampak tidak baik kepada kita, maka saya pesankan untuk hati-hati dan diharapkan untuk menambah wawasan.(eym)
















