Budaya

Keren! Desainer Elga Naldy Bawa Songket Koto Gadang Ke Fashion Trade Show Di Rusia

Foto Beb - Elga Naldy bawa Songket Koto Gadang ke Collection Premiere Moscow (CPM) International Fashion Trade Show

Jakarta, Prokabar — Kesempatan mengenalkan kekayaan budaya Indonesia ke mata dunia, jadi pengalaman berharga bagi desainer Elga Naldy.

Tepatnya 3 – 6 September mendatang, Elga bersama sejumlah desainer dipercaya mewakili Indonesia di ajang Collection Premiere Moscow (CPM) Internasional Fashion Trade Show.

“Senang diberi kesempatan untuk menunjukan warisan budaya Indonesia salah satunya Songket Koto Gadang, Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Saya ingin mengenalkan pada dunia, apa yang dimiliki leluhur saya,” tutur Elga saat ditemui Prokabar.com di kediamannya di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jum’at (30/8).

Foto Beb - Selain design berbahan songket, Elga juga mengenalkan produksinya berupa tas dengan brand Larie

Foto Beb – Selain design berbahan songket, Elga juga mengenalkan produksinya berupa tas dengan brand Larie

Diceritakan Elga, saat melakukan research kain khas orang Minang mendapat tawaran dari seorang temannya. Ajakan inilah yang membuat Elga enggan melewatkan kesempatan begitu saja. Apalagi Sumatera Barat merupakan tanah leluhurnya.

“Sekitar lima bulan lalu saat research bahan kain khas Padang yaitu Songket Koto Gadang, saya mendapat tawaran. Katanya ada event fashion di Rusia yang mengenalkan warisan budaya Indonesia,” kisahnya.

Tanpa membuang waktu lagi, Elga lantas menyiapkan segalanya. Termasuk memikirkan bagaimana caranya mengaplikasikan kain songket menjadi pakaian yang casual.

“Kain songket kan digunakan di acara tertentu. Kebanyakan yang mengenakan songket ini kan hanya beberapa jam saja. Karena fisiknya memang kaku, terasa berat karena dibuat dari benang emas,” sebut Elga.

Melihat keunikan dari kain songket inilah yang membuat Elga tertantang. Elga lantas melakukan perpaduan teknologi yang dipakai orang India.

“Saya kan bolak balik ke India membuka usaha tekstil di sana. Lalu saya tawarkan bisa nggak orang sana buat seperti Songket Koto Gadang dengan teknologi yang ada. Ternyata mereka bisa menghasilkan kain mirip songket yang bisa dipakai sehari-hari,” ujarnya.

Meski melakukan perpaduan teknologi, Elga tidak menghilangkan pakem dari Songket Koto Gadang. Warna yang dipilih pun lebih ke warna alam, seperti, hijau, hitam, coklat, putih dan oranye.

“Detail benang emasnya yang berbentuk bunga-bunga dipadu warna cerah jadi semarak dilihatnya. Itulah yang membuat saya tertarik ingin mengangkat warisan budaya leluhur saya ke mata dunia,” ujarnya bersemangat.

Kekuatan disain Elga kali ini bermain dengan bordiran, kain-kain etnik khas Indonesia seperti kain songket Padang. Kain-kain tersebut disulap menjadi busana yang casual, dan sangat cocok utk dipakai sehari-hari.

Selain itu, Elga juga membuat busana-busana malam dengan motif yang diciptakannya sendiri. Motif bunga-bunga di atas bahan silk, mendominasi karya Finalis Gadis Sampul ini. Padu padan bordir, kain songket, dan lace menyatu dalam disain ibu muda ini.

“Persiapan untuk Show CPM Internasionl Fashion Trade Show Moscow ini, sudah saya lakukan sejak beberapa bulan lalu. Karena ini ajang internasional dan membawa nama Indonesia saya sangat serius menyiapkan segala keperluan untuk show dan pameran. Saya nggak mau malu-maluin nama Indonesia, karenanya saya total berkonsentrasi menyiapkannya”, pungkas Elga. (beb)

Berani Komen Itu Baik
Tirto.ID
Loading...
To Top