Daerah

Kejari Pasaman Garap Kasus Dugaan Korupsi Realisasi ADD dan ADN Nagari Languang

Dibaca : 122

Pasaman, Prokabar — Kejaksaan Negeri (Kejari) Pasaman tengah menggarap sebuah kasus dugaan korupsi. Kali ini kasus korupsi yang digarap perihal realisasi Anggaran Dana Desa (ADD) dan Anggaran Dana Nagari (ADN) di Nagari Languang. Diduga kuat, dugaan korupsi dalam realisasi ADD dan AND ini mencapai ratusan juta rupiah.

Kepala Kejaksaan Negeri Pasaman, Fitri Zulfahmi melalui Kasipidsus, Erik Eriyadi mengatakan, saat ini saat tim penyidik sedang menunggu hasil pemeriksaan penghitungan kerugian dari pihak Inspektorat Pasaman (APIP) sebelum dilanjutkan pada tahap penuntuan.

Dijelaskan Erik, kasus dugaan koorupsi ini terjadi pada realisasi ADD dan AND di Nagari Languang anggaran kegiatan di tahun 2018 dan 2019.

“Kasus ini berangkat dari adanya Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Inspektorat yang diterima oleh Kejaksaan Negeri Pasaman tentang adanya dugaan kerugian negara sekitar ratusan juta. Laporan itu kami terima akhir tahun 2020 kemarin,” kata Erik.

Atas dasar laporan itu, pihak Kejari melakukan pendalaman (investigasi) oleh tim jaksa penyidik kejaksaan. “Kami menemukan kerugian negara itu lebih dari Rp200 juta,” kata Erik Eriyadi.

Modus dalam dugaan korupsi ini, adanya mark up harga, proyek fisik yang fiktif, pemalsuan tanda tangan hingga terjadinya pencairan dana dan kegiatan fiktif lainnya.
“Siapa tersangkanya, belum ada kami tetapkan. Kami masih bekerja, tunggu saja,” pungkas Erik. (Ola)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top