Jakarta, prokabar – Bonus sebesar Rp10 miliar dari pemerintah ke tim Piala Thomas Indonesia 2021 ternyata disunat untuk pembinaan. Kekecewaan pun muncul dari para pebulutangkis.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) seperti diketahui menyalurkan bonus ke tim Piala Thomas. Ini sebagai apresiasi atas keberhasilan mereka juara dan mengakhiri puasa selama 19 tahun.
Bonus itu sendiri turun setelah didahului polemik. Sejumlah pemain sempat mengungkapkan sindiran ke pemerintah. Itu usai mereka mendapatkan kucuran bonus dari BNI senilai Rp5 miliar di sela-sela Indonesia Badminton Festival di Bali, November-Desember 2021 lalu.
Apresiasi Rp 10 miliar dari pemerintah ke skuad Piala Thomas 2020 diterima Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) pada Senin (27/12) lalu. Tapi rupanya Ketua Umum PBSI Agung Firman Sampurna menjelaskan bahwa itu tak sepenuhnya buat tim Piala Thomas.
Agung mengungkapkan kalau sebagian dana itu akan dialokasikan untuk pembinaan berkelanjutan. Padahal dalam papan simbol penyerahan bantuan tertulis “Bonus Thomas Cup 2020 Rp 10 miliar”.
Hal ini pula yang memantik kekecewaan dari anggota skuad Piala Thomas. Kabar tersebut direspons sejumlah pebulutangkis putra Indonesia dengan berbagai unggahan di media sosial.
Kapten tim Piala Thomas 2020 Hendra Setiawan menilai wajar kalau para pemain kecewa. Sebab seharusnya PBSI punya anggaran dan alokasi masing-masing.
“Kalau menurut saya sih ya itu untuk tim Thomas ya, karena ya itu tadi..bukannya seharusnya untuk pembinaan dan lain-lain sudah ada bujet tersendiri? Jadi bukannya potong dari bonus,” ungkapnya dikutip detikSport.
“Pasti kecewa sih, soalnya kan tim sudah mati-matian jadi juara dan tau ada berita begitu pasti kecewa. Bukannya kita money oriented ya, tapi saya rasa udah seharusnya sih tim Thomas dihargai atas kerja kerasnya.”
“Sekali lagi ini menurut pandangan saya ya, mungkin bisa ditanya pemain-pemain yang lain,” imbuh pebulutangkis 37 tahun tersebut.
Indonesia berhasil menjadi juara Piala Thomas 2020 beberapa waktu lalu. Di final, tim Merah Putih mengalahkan China 3-0. Hasil itu membuat puasa gelar Indonesia di Piala Thomas selama 19 tahun berakhir. Apresiasi kepada pemain kemudian menjadi bahasan.
Bonus sempat tak kunjung turun oleh pemerintah. Beberapa pebulutangkis menyuarakan kritikan karena merasa capaiannya tak diapresiasi.
Pro kontra pada akhirnya terjadi. Banyak yang merasa wajar skuad Piala Thomas diganjar bonus, namun beberapa juga menilai tak etis memintanya di tengah pandemi.
Sampai akhirnya, bonus dikucurkan pemerintah. Hadiah Rp10 miliar diserahkan Kementerian Pemuda dan Olahraga kepada Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia [PP PBSI] pada Senin (27/12) lalu.
Dalam fotonya, tertulis di papan bonus “Bonus Thomas Cup 2020 Rp 10 miliar” diserahkan Menpora Zainudin Amali kepada Ketua PBSI Agung Firman Sampurna. Menpora Zainudin Amali juga menegaskan bonus itu sebagai bukti pemerintah memerhatikan atlet.
Namun, Agung Firman kemudian meluruskan, bahwa ternyata bonus tak jatuh seluruhnya ke tangan skuad Piala Thomas 2020. Ketua PBSI itu menyebut, bonus juga dibagi untuk pengembangan PBSI.
“Karena sepanjang tahun ini prestasi PBSI paling banyak, maka penghargaan dalam bentuk dana pembinaannya juga paling besar, yakni Rp10 miliar. Jumlah apresiasi yang diberikan Kemenpora tersebut disesuaikan dengan prestasi yang dihasilkan masing-masing induk organisasi cabang olahraga,” tutur Agung.
“Selain itu, juga ada alokasi untuk kegiatan rekrutment, pelatihan, dan pembinaan pemain agar proses penciptaan para juara di Pelatnas Cipayung bisa terus berkelanjutan dan tidak terputus,” tutur Agung.
Hal itu memastikan hadiah Rp10 miliar rupanya tak jatuh seluruhnya kepada para pemain di Piala Thomas 2020. Tak lama kemudian, beberapa pebulutangkis kemudian ramai membuat unggahan di media sosial.
Mohammad Ahsan, ganda putra Indonesia di Piala Thomas 2020, membuat unggahan yang isinya “Harus bersyukur walau pun di papannya sudah sangat jelas,” tulisnya, sambil menyebut akun rekan-rekannya dari Hendra Setiawan hingga Jonatan Christie. Unggahan Ahsan kemudian dibagikan ulang oleh Hendra Setiawan dan Kevin Sanjaya.
Jonatan Christie juga sama. Tunggal putra Indonesia itu membuatunggahan lewat musik dengan lirik Syukuri Apa yang Ada…’ sambil memberi tautan pemberitaan soal bonus Rp 10 M yang tak cair seluruhnya kepada tim Piala Thomas 2020.(*)
















