Keceriaan Anak Down Syndrom di Gaza Santap Sajian Bergizi

Penulis -

Kamis, 13 Desember 2018 - 16:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gaza, Prokabar — Sudah 40 hari berturut-turut aroma masakan khas berbau rempah mengepul dari Dapur Umum Indonesia di Gaza. Sejak 29 Oktober lalu, ribuan porsi nasi briyani dan lauk ayam memang dimasak setiap pagi di sana. Makanan bergizi itu nantinya akan diberikan kepada warga Gaza yang masih terbelit krisis kemanusiaan hingga kini.

Beberapa saat lalu, ribuan paket nasi siap santap tiba di sebuah pusat pengasuhan anak-anak sindrom down di Gaza. Para relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) membawa semua makanan itu dari Dapur Umum Indonesia ACT.

Di sebuah aula gedung Down Syndrome Center, senyum anak-anak itu mengembang. Mata mereka memancarkan rasa penasaran pada sejumlah kotak abu kilap di tangan para relawan. Kotak-kotak itu berisi nasi hangat yang siap dibagikan kepada mereka. Saking bahagianya, Amir (bukan nama sebenarnya) salah satu anak binaan di Down Syndrome Center mencium tangan dan pipi salah satu relawan sebagai tanda terima kasih sesaat setelah relawan itu memberikan makanan kepadanya.

Down Syndrome Center adalah salah satu lembaga yang menampung dan merawat orang-orang dengan sindrom down dari berbagai daerah di Gaza. Mereka menampung hingga ratusan orang yang mengalami sindrom down.

Manajer Down Syndrome Center Ahmed Alhelo mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang mereka terima. “Terima kasih ACT dan bangsa Indonesia atas kebaikannya membantu orang-orang Palestina terutama kami yang tinggal di Gaza,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, tim juga membagikan makanan siap santap ke daerah prasejahtera di Bait Hanoun. Di sana, sejumlah anak sudah menanti kedatangan relawan ACT di ujung pintu rumah mereka. Berbalut pakaian hangat mereka berlari menghampiri para relawan.

Pembagian makanan siap santap dari Dapur Umum Indonesia adalah bentuk perhatian bangsa Indonesia kepada para pengungsi di Gaza yang telah lama terpapar krisis kemanusiaan. Sejalan dengan berlangsungnya musim dingin di Gaza, Dapur umum Indonesia menjadi program kemanusiaan yang diunggulkan pada triwulan terakhir tahun 2018.

“Dapur Umum Indonesia masih terus melayani masyarakat Gaza di musim dingin ini. Sejak awal program ini berjalan pada akhir Oktober lalu, sebanyak 44.206 porsi makanan siap santap dibagikan ke seluruh wilayah Gaza,” lapor Andy Noor Faradiba dari Global Humanity Response ACT.

Bersamaan dengan itu, ACT juga membagikan sejumlah pakaian hangat dan selimut bagi para penyintas di Gaza. Berdasarkan penunjuk cuaca daring, suhu di Gaza musim ini berada pada kisaran 21-16 derajat Celsius. Keadaan itu pun sesekali disertai dengan turunnya hujan. (Rel/Hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konflik Iran-Israel Memanas: Serangan Rudal dan Drone Tewaskan 24 Orang
Gawat! 300 Ribu Hektare Sawah Hilang, Alex Indra Lukman Desak Negara Dukung Riset Pertanian Lokal!
Langkah Kaki Anak Bangsa Menuju Panggung Dunia: Camp Broadway Indonesia Tampil di Carnegie Hall
Delapan Kepala Daerah Puas Ikut Rising Fellowship, Ini Kata Fadly Amran
New York, Kota Dunia yang tak Pernah Tidur
Fakta Gempa Dahsyat Turki dan Suriah: Ribuan tewas, dan Sudah Diperingatkan Peneliti Belanda
Ini tragedi Kemanusiaan, Duka di Kanjuruhan adalah Duka Dunia
Banjir di Korea Selatan, Begini Nasib Para WNI

Berita Terkait

Selasa, 17 Juni 2025 - 19:26 WIB

Konflik Iran-Israel Memanas: Serangan Rudal dan Drone Tewaskan 24 Orang

Jumat, 23 Mei 2025 - 20:27 WIB

Gawat! 300 Ribu Hektare Sawah Hilang, Alex Indra Lukman Desak Negara Dukung Riset Pertanian Lokal!

Sabtu, 19 April 2025 - 20:56 WIB

Langkah Kaki Anak Bangsa Menuju Panggung Dunia: Camp Broadway Indonesia Tampil di Carnegie Hall

Jumat, 10 Maret 2023 - 22:43 WIB

Delapan Kepala Daerah Puas Ikut Rising Fellowship, Ini Kata Fadly Amran

Minggu, 12 Februari 2023 - 18:04 WIB

New York, Kota Dunia yang tak Pernah Tidur

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB