Oleh: Hasmi Yati
Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Andalas
Sebagai masyarakat modern yang hidup dan tumbuh dengan kecanggihan teknologi dan perkembangan zaman yang semakin pesat, mungkin keberadaan suatu manuskrip yaitu naskah-naskah peninggalan akan dianggap sebagai sesuatu yang kuno dan tidak memiliki nilai yang dapat ditemukan kebermanfaatannya.
Namun pada artikel ini saya sebagai generasi yang disebut generasi milenial akan membuktikan bahwa naskah-naskah itu tidak hanya menjadi benda mati yang akan hilang secara perlahan terkalahkan oleh perkembangan zaman, tetapi dapat berdiri dengan nilai-nilainya yang khas dan juga mengangkat pentingnya keberadaan naskah-naskah tersebut.
Pentingnya mengenalkan kebudayaan bangsa kepada generasi adalah suatu hal yang akan berdampak jangka panjang bagi kekayaan bangsa tersebut. Begitu pula dengan naskah-naskah manuskrip Nusantara yang seharusnya menjadi bukti kesejarahan budaya bangsa, harus dikenali oleh generasi bangsa pula.
Salah satu cara agar naskah-naskah tersebut dapat diminati dan dinikmati oleh generasi modern baik dari segi isi dan bentuknya adalah dengan mengenalkan dan mendekatkan generasi tersebut pada naskah-naskah manuskrip, serta dengan memperbarui penyajiannya menyesuaikan perkembangan zaman.
Salah satu naskah manuskrip peninggalan yang dapat kita jadikan sebagai objek adalah hikayat. Hikayat dapat diartikan sebagai karya sastra melayu berbentuk prosa yang berisi cerita, pengajaran, undang-undang, historis, biografis, dan cerita-cerita lainnya yang dibaca untuk penghibur hati, penyampaian pesan atau penasihat, pengingat, dan pembangkit semangat, semua itu tergangtung isi yang terdapat dalam hikayat tersebut.
Kandungan teks yang tersimpan dalam naskah-naskah warisan nenek moyang bangsa Indonesia menyimpan banyak informasi dari berbagai bidang kehidupan, termasuk di dalamnya pengajaran akidah, akhlak dan ibadah.
Diantara banyaknya peninggalan naskah yang terselamatkan, di Aceh berkembang salah satu naskah yang berbentuk hikayat dengan judul Hikayat Malik Mawot yang berisikan kisah terjadinya maut dan proses malaikat maut ketika mengambil nyawa manusia dengan menyerupai dirinya dalam berbagai bentuk, tergantung amal perbuatan seseorang yang akan dicabut nyawanya atas perintah Allah S. W. T. dan dalam hikayat tersebut juga memberikan gambaran suasana di alam kubur beserta balasan yang akan diterima oleh si mayat kelak di hari kiamat.
Naskah Hikayat Malik Mawot merupakan naskah tunggal koleksi Museum Negeri Aceh dengan tulisan aksara Arab-Jawi berbentuk syair atau puisi nasihat dan ajaran Islam berbahasa Aceh, menggunakan tinta tradisional berwarna hitam dan rubrikasi teks. Secara garis besar isi naskah tersebut adalah seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bagaimana proses saat terjadinya maut sampai dengan proses Malaikat maut ketika mencabut nyawa manusia dengan menyerupai dirinya dalam berbagai bentuk sesuai amal perbuatan orang yang akan dicabut nyawanya tersebut.
Di dalamnya juga memberikan gambaran suasana di alam kubur dan bagaimana pembalasan yang akan diterima oleh si mayat ketika kelak di hari kiamat. Bagaimana Allah menciptakan maut yang besar dan perkasa, bagaimana kematian itu diawali dengan kedatangan Malaikat maut yang diserahi tugas oleh Allah untuk mencabut nyawa seseorang. Kemudian kematian itu adalah awal perjalanan panjang manusia menuju akhirat yang berakhir surge atau neraka.
Dari garis besar isi naskah Hikayat Malik Mawot tersebut terdapat 3 poin utama yang penulis penelitian temukan dan yang merupakan amanat sekaligus ajaran-ajaran Islam yang penulis naskah sampaikan dalam naskah tersebut, yaitu aqidah, akhlak, dan ibadah. Betapa pentingnya mengingat kematian dan ganjaran yang akan diterima atas perbuatan semasa hidup di dunia, dan dalam hal ini isi dari hikayat tersebut dapat kita jadikan pengingat dalam menjalani kehidupan dan sebagai pemacu untuk lebih semangat mengejar dunia akhirat.
Atas hal tersebut dapat kita tarik kesimpulan bahwa naskah-naskah yang semulanya kita anggap sebuah manuskrip yang hanya akan menjadi IKON (Ingatan Kolektif Nasional) saja, ternyata dapat pula kita memperoleh sesuatu yang sangat bermanfaat dan jauh lebih berdampak di kehidupan yang kita jalani. Naskah Hikayat Malik Mawot mengandung ajaran Islam yang sangat bermanfaat bagi kita sebagai pedoman hidup di dunia dan akhirat.(*)
















