Karih Sikati Muno, Pewarisan Pusaka dan Keberanian Urang Sumando

Penulis -

Rabu, 16 April 2025 - 08:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Febby Dt Bangso

Karih Curak Simandang Giri atau yang lebih terkenal dengan julukan Karih Sikatimuno, mempunyai riwayat, bahwa, ketika Sang Sapurba urang semenda (Sumando) yang berhasil membunuh Ular Naga yang bernama Sikati Muno, adalah suami adiknya Suri Dirajo yang bernama Indo Jalito. Beliau Diangkat sebagai raja dan diberi Gelar Sri Maharajo Dirajo.

Tetapi yang memegang kendali kuasa pemerintahan tetap Suri Dirajo sebagai orang tua, sedangkan Sang Sapurba hanya sebagai lambang saja. Untuk raja dengan permaisurinya dibuatkan istana “Balairung Panjang” tempatnya memerintah.

Istana ini konon kabarnya terbuat dari  tonggaknya tareh jilatang, parannya akar lundang, disana terdapat Tabuah dari batang puluik-puluik dan gendangnya dari batang selaguri, getangnya jangek tumo, mempunyai cenang dan gung, tikar daun hilalang dsb.

Karena Pariangan makin lama makin ramai juga, akhirnya Sang Sapurba pindah ke tempat yang baru di Batu Gadang.

Seorang orang jahat yang datang dari negeri seberang tiba pula di daerah itu. Karena tubuhnya yang besar dan tinggi bagai raksasa ia digelari orang naga “Sikati Muno” yang keluar dari kawah Gunung Merapi.

Rakyat sangat takut kepadanya dan didongengkan mereka, bahwa orang itu berwujud naga, dan naga itu tubuhnya besar dan panjangnya ada 60 depa dan kulitnya keras. Ia membawa bencana besar yang tidak terperikan lagi oleh penduduk. Kerjanya merampok dan telah merusak kampung-kampung dan dusun-dusun. Padi dan sawah diladang habis dibinasakannya. Orang telah banyak yang dibunuhnya, laki-laki, perempuan dan gadis-gadis dikorbankannya.

Keempat penghulu dari Pariangan Padang Panjang diutus Suri Dirajo menghadap Sang Sapurba di Batu Gadang tentang kekacauan yang ditimbulkan oleh Sikati Muno.

Untuk menjaga prestisenya sebagai seorang sumando, Sang Sapurba lalu pergi memerangi Sikati Muno. Pertarungan hebat pun terjadi berhari-hari lamanya.

Pedang Sang Sapurba sumbing-sumbing sebanyak seratus sembilan puluh. Akhirnya naga Sikati Muno itu mati dibunuh oleh Sang Sapurba dengan sebilah keris yang bernama Curak Simandang Giri.

Karena peristiwa itu, akhirnya keris Curak Simandang Giri lebih dikenal dengan julukan “Karih (Keris) Sikati Muno”. Keris bertuah, tak diujung pangkal mengena, jejak ditikam mati juga.

Dalam perjalanan sejarah, karena ada peristiwa Sang Sapurba membunuh Ular Naga yang bernama Sikati Muno, akhirnya Keris Curak Simandang Giri lebih dikenal dengan julukan Keris Sikati Muno.

Keris Curak Simandang Giri dengan julukan Keris Sikati Muno sekarang masih tersimpan dan terpelihara dengan baik secara fisik di Istana Basa Pagaruyuang.

Penulis : Febby Dt Bangso

Editor : Nofal Wiska

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Agama yang Membebaskan atau Masyarakat yang Menindas?
Pertumbuhan Ekonomi Sumbar Menguat di Awal 2026
PTS Terjepit, LLDIKTI Jangan Diam: Saat Jalur Mandiri Membesar, Keadilan Pendidikan Dipertanyakan
Potret Kegagalan Pendidikan dalam Melahirkan Manusia Beradab
3,37 Persen, Alarm yang Tidak Boleh Dianggap Biasa
Tahun 2026: Proyeksi Perbaikan Ruh(iyah) Ke-Minangkabuan Kita
Uang Harus Berputar di Daerah: Lima Prioritas Pemulihan Bencana Sumatera Barat
Sungai Sudah Bicara, Pemerintah Masih Membisu

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:42 WIB

Agama yang Membebaskan atau Masyarakat yang Menindas?

Rabu, 6 Mei 2026 - 09:23 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Sumbar Menguat di Awal 2026

Kamis, 30 April 2026 - 10:53 WIB

PTS Terjepit, LLDIKTI Jangan Diam: Saat Jalur Mandiri Membesar, Keadilan Pendidikan Dipertanyakan

Selasa, 14 April 2026 - 21:35 WIB

Potret Kegagalan Pendidikan dalam Melahirkan Manusia Beradab

Rabu, 18 Maret 2026 - 13:07 WIB

3,37 Persen, Alarm yang Tidak Boleh Dianggap Biasa

Berita Terbaru

Peninjauan ke kawasan Pasar Tanah Kongsi.

Daerah

Tanah Kongsi Bersolek Jadi Pusat Kuliner Heritage

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:56 WIB