Trending | News | Daerah | Covid-19

Nasional

Kapal Kemanusian ACT Kembali Berlayar Menuju Sulteng

Dibaca : 499

Jakarta, Prokabar —Aksi Cepat Tanggap (ACT) kembali mengirimmuatan pangan dan logistik dalam jumlah besar melalui jalur laut untuk untuk korban bencana di Sulawesi Tengah 

Bekerja sama dengan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Kapal Kemanusiaan untuk Palu, Sigi, dan Donggala kembali diberangkatkan, setelah sebelumnya kapal berlayar dari Surabaya menuju Palu pada 8 Oktober silam.

KMP Drajat Paciran, kapal yang didapuk sebagai Kapal Kemanusiaan tahap dua ini lepas sauh dari Terminal Tanjung Priok, Jakarta, Senin (15/10). Kapal berlayar menuju Pelabuhan Pantoloan, Palu, dengan membawa ratusan ton bahan pangan dan logistik. 

Kapal Kemanusiaan secara resmi dilepas oleh Presiden ACT Ahyudin, yang diwakili oleh Senior Vice President ACT Syuhelmaidi Syukur, beserta jajaran direksi PT ASDP Ferry Indonesia (Persero).

Dalam rilis yang diterima Prokabar, Ahyudin menyampaikan masih tingginya kebutuhan para penyintas gempa dan tsunami di Palu, Sigi, dan Donggala, meskipun sudah memasuki pekan ketiga pascabencana. Oleh karena itu, ACT tidak henti-hentinya berikhtiar untuk memberikan penanganan kebencanaan yang menyeluruh, dimulai dari masa tanggap darurat.

Selama penanganan di masa tanggap darurat ini, ACT bersinergi dengan berbagai elemen bangsa. Hal ini, menurut Ahyudin, menjadi hikmah yang datang bersamaan dengan bencana, di mana seluruh masyarakat bersatu membantu korban bencana di Sulawesi Tengah.

“ACT bersyukur atas kolaborasi yang baik dengan semua pihak, rakyat Indonesia dari berbagai lapisan. Ikhtiar itu menjadi terwujud dengan keseriusan sarana transportasi yang juga sigap. Salah satunya, pihak PT ASDP Ferry (Persero), sebagai pihak yang mendukung tersedianya transportasi Kapal Kemanusiaan untuk Palu-Sigi-Donggala dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara,” terang Ahyudin.

Sementara itu, Jusuf Hadi selaku Direktur Komersil PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengapresiasi ACT atas kecepatannya dalam mengambil inisiatif untuk membantu korban bencana di Sulawesi Tengah. 

“Terima kasih, popularitas ACT dimaksimalkan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat. Lembaga ini pasti memiliki sistem manajemen dan jaringan mitra yang sangat bagus karena mampu secara cepat melakukan penggalangan bantuan yang cukup besar.  ASDP siap mendukung kerja kemanusiaan. Kami bekerja dengan amanah dua kementerian yaitu Perhubungan dan BUMN. Bersama ACT dan sinersitasnya yang luas, ASDP berkarya total dalam kerja-kerja kemanusiaan,” terang Jusuf.

Pemberangkatan Kapal Kemanusiaan tahap dua ini menjadi usaha serius penanganan kedaruratan, setelah lebih dari dua pekan bencana tersebut melumpuhkan ibu kota Sulawesi Tengah dan sekitarnya.

Kapal Kemanusiaan (KK) untuk Palu,Sigi, dan Donggala membawa 750 ton logistik, yang berasal dari publik, komunitas, dan instansi. Bantuan berupa sembako, air mineral, obat-obatan, paket sanitasi, kebutuhan pangan bayi dan balita, selimut, tenda, dan lainnya. Semua itu merupakan bentuk kepedulian berbagai pihak yang telah dikumpulkan di gudang Indonesia Humanitarian Center (IHC) di Gunung Sindur, Bogor.

Selain membawa bantuan masyarakat yang dihimpun oleh ACT, Kapal Kemanusiaan juga akan membawa bantuan yang diamanahkan masyarakat DKI Jakarta dan sejumlah instansi yang terkumpul di Balai Kota. Mereka di antaranya Badan Penanggulanban Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta, Palang Merah Indonesia DKI Jakarta, Dompet Dhuafa, Organisasi Turun Tangan, Rumah Zakat, Youth Power Indonesia, dan Relawan Jakarta Maju Bersama.

Kapal diperkirakan merapat di Palu dalam empat hari ke depan. Tidak berhenti sampai sini saja, logistik juga akan terus dikerahkan dari berbagai daerah untuk pemenuhan kebutuhan dasar bagi penyintas gempa dan tsunami di Palu. Kapal Kemanusiaan seperti ini, memang bukan yang terakhir. Sepanjang kemanusiaan ada di batin rakyat Indonesia, selama itu pula program ini akan terus ada. (Rel/hdp)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top