Kamerun, Potret Si Buruh Angkat di Pasar Pariaman

Penulis -

Jumat, 27 April 2018 - 10:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pariaman, Prokabar – Setiap Pukul 4 dini hari, Kamerun (35) sudah keluar rumah, mengayuh becak ke Pasar Pariaman. Dari rumah sederhana di Desa Ampalu, Kecamatan Pariaman Utara, melangkah dalam aura embun pagi, dan pandangan mata masih gemerlap subuh buta.

Sesampai di Pasar, Kemerun mengaku sudah ditunggu 15 peti berisi Tahu untuk diantar ke toko atau warung-warung pedagang. “Satu Peti saya diupah 2000 rupiah” kata Kamerun.

Pria Berkulit hitam, berambut panjang itu memiliki nama asli Gasman. Memiliki istri bernama Tati (33) dan Dua pasang anak masih berpendidikan sekolah dasar. Mereka hidup serumah dengan mertuannya di Desa Ampalu. Dan dengan polos, wajah sayu berucap “Cita-cita saya saat ini hanya menjadi buruh angkat di Pasar Pariaman”.

Setiap hari paling besar mendapat upah di Pasar Pariaman hanya 200 ribu rupiah. Bahkan tak jarang hanya membawa uang kurang dari 50 ribu rupiah. Dan saya hanya bisa menyukurinya dengan senyum untuk keluarga, saat pulang ke rumah dalam keadaan larut malam” lanjut Kamerun.

Pria kurus rambut terlilit dibelakang itu melanjutkan, selain mengangkat Tahu, ia juga mengangkat sayur-mayur dan barang bawaan lainnya. Dan setiap barang yang diangkat, diupah 2000 rupiah saja. “Meski tak banyak uang didapat, yang penting halal dibawa pulang,” Terang Gasman.

Telah bekerja menjadi Buruh Angkat sejak 9 tahun lalu. Sebelumnya, bekerja di salah satu rumah makan di sekitar Pasar. Setelah memiliki Becak, usaha beralih menjadi Buruh Angkat.

“Kondisi Pasar setiap tahun semakin sepi saja. Sedangkan pedagang atau masyarakat yang membutuhkan jasa angkat semakin berkurang. Pendapatan saya juga terasa berkurang pula. Semoga ada solusi dari pemerintah daerah,” katanya.

Kamerun juga berharap, dua orang anaknya bernama Osin (10) dan Dian (7) dapat melanjutkan Pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Tidak seperti dia dan istrinya yang hanya sebentar mengecap pendidikan sekolah dasar. (Rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI
Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari
Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027
Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir
Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup
Merasa Dilecehkan Kadis, Staf Disparporabud Pasaman Lapor Polisi
Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026; Kalah Adu Penalti dari Paraguay, Jerman Angkat Koper
Si Jago Merah Mengamuk Dua Unit Rumah Warga Lubuk Sikaping Tinggal Abu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:35 WIB

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI

Senin, 28 September 2026 - 09:52 WIB

Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:14 WIB

Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:48 WIB

Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB