[Best_Wordpress_Gallery id=”16″ gal_title=”All images”]
Maninjau, Prokabar.com – Bupati Agam, Andri Warman menuntaskan kegiatan Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Agam-nya di Masjid Ummil Qura, Jorong Bancah, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Selasa (4/4). Bersama sejumlah Kepala OPD dan Forkopimca, ia merasakan sambutan hangat dari Masyarakat Maninjau.
Zulfiandri Datuak Putiah, Ketua Pengurus Masjid Ummil Qura menyampaikan dalam sambutannya, Bapak Andri Warman merupakan Bupati Agam pertama mengunjungi masjid cagar budaya itu secara resmi dan formal.
“Kami pengurus masjid bersama masyarakat, sudah sangat menanti kedatangan Bapak Bupati Agam. Hal ini adalah impian dan harapan kami selama ini. Meski tertunda dua kali dalam jadwal yang telah ditentukan, tapi harapan untuk kehadiran Bupati Agam dan rombongan tidak pernah pudar dan menyurutkan semangat kami,” tuturnya.
Bukti semangat itu, banyaknya tamu rombongan menyampaikan langsung rasa senang dari suasana penyambutan dan hidangan. Hal ini berkat persiapan matang jauh hari dari panitia pelaksana bersama Pengurus Masjid Ummil Qura. “Kita sangat berterimakasih kepada Bupati Agam yang telah hadir. Semua ini tidak lepas dari peran seluruh tokoh masyarakat, donatur di kampung maupun di rantau yang mendukung dan mensupport kegiatan kita ini. Apalagi semangat ibu-ibu PKK bersusah payah memasak, menghidangkan makanan dan minuman, bahkan membereskan semua terbangkalai usai berbuka sampai kegiatan selesai,” ujarnya.
Wakil Kepala SMPN 1 Tanjung Raya itu juga sempat mengurai sejarah singkat Masjid Ummil Qura Duo Sidang tersebut. “Dapat kita sampaikan kepada Bapak Bupati Agam dan rombongan, bahwa Masjid Ummil Qura berasal bahasa Arab dengan arti Ibu Negeri. Menyatakan syarat dan saksi sejarah lahirnya Nagari Maninjau. Artinya, Masjid Tertua sebagai syarat berdirinya Maninjau sebagai sebuah nagari,” terang Zulfiandri Datuak Putiah.
“Bukti bertuahnya Masjid Ummil Qura Duo Sidang ini selain bangunan cagar budaya, juga setiap pengangkatan gelar ada datuk, imam dan khatib di Maninjau, Ninik Mamak melalui Kerapatan Adat Nagari sepakat harus melewakannya di Masjid ini. Untuk gelar datuk, usai sholat jumat dengan sidang adat di teras masjid. Sedangkan imam dan khatib melewakannya setelah sholat Idul Adha,” ungkapnya.
Walinagari Maninjau, Alfian Datuak Kayo menjelaskan, Pemerintah Nagari Maninjau sangat mengapresiasi masyarakat Jorong Bancah. Pihaknya sangat mengapresiasi kekompakan dan kebersamaan masyarakatnya. “Kita sangat bersyukur kehadiran Bapak Bupati Agam dan rombongan. Kami juga apresiasi dengan pengurus masjid dan ibu-ibu PKK yang telah bersusah payah bergotong royong mempersiapkan segala kebutuhan penyambutan Tim Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Agam ini,” imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Agam Andri Warman mengakui rasa bangga dan senang dengan kekompakan dan kebersamaan masyarakat Maninjau ini. “Sambutan hangat disertai hidangan yang sangat gurih dan enak ini sangat membuat kami bangga dan bahagia. Goreng Bada yang mirip Ikan Bilih ini makanan paling banyak saya santap,” tutur Bupati Agam.
Orang Nomor Satu di Kabupaten Agam itu juga menyampaikan permintaan maaf karena kunjungan safari ramadan tersebut sempat tertunda dari Sabtu (1/4) lalu dan akhirnya bisa terlaksana Selasa (4/4) ini.
“Kita telah mengunjungi 47 masjid se Kabupaten Agam. Dan ini kunjungan terakhir dalam agenda resmi. Akan tetapi, sesuai harapan pengurus masjid, ini bukanlah kunjungan pertama dan terakhir. Kita berharap bisa berkunjung lagi ke masjid ini nantinya,” harapnya.
“Kami juga sangat bangga kepada ibu-ibu PKK yang antusias menyediakan hidangan berbuka puasa yang saya sangat suka dengan Bada Maninjau. Mirip bilih milik Danau Singkarak,” lanjutnya.
Setelah sambutan dan cermah agama dari salah seorang ustad rombongan Bupati Agam ini, dilanjutkan penyerahan simbolis bantuan dana hibah untuk Masjid Ummil Qura sebesar Rp15 juta. (rud)
















