Jakarta, prokabar – Jeka Saragih mengukir sejarah sebagai petarung pertama asal Indonesia yang mendapat kontrak resmi dari UFC usai berhasil melaju ke final Road to UFC.
Bertarung di Crowne Plaza, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Jeka Saragih tampil beringas dan sukses mendaratkan pukulan keras ke rahang kiri petarung Korea Ki Won Bin di ronde pertama.
Ki Won Bin yang sudah terjatuh di kanvas masih mendapat pukulan bertubi-tubi dari Jeka. Melihat Ki Won Bin sudah tak berdaya, wasit pun segera menghentikan pertandingan dan menyatakan Jeka menang KO.
Road to UFC merupakan ajang pertarungan bagi para atlet Mixed Martial Art (MMA) asal Asia. Mereka beradu kekuatan di dalam octagon demi mendapatkan kontrak di UFC.
Indonesia mengirimkan lima jagoannya dalam turnamen ini. Namun, hanya Jeka Saragih yang berhasil melaju hingga partai final Road to UFC.
Kemenangan Jeka di semifinal memastikan petarung asal Sumatera Utara tersebut berhak mendapat kontrak profesional dari UFC dan berhak tampil di ajang MMA paling bergengsi itu..
Selanjutnya, di final Jeka akan menghadapi Anshul Jubi (India) yang menang atas Kyung Pyo Kim (Korea Selatan).

Dalam video singkat yang diunggah pihak UFC di media sosial, Jeka dan Jubli sudah dipertemukan. Sesaat setelah Jubli menang atas Kyung Pyo, Jeka diajak naik ke octagon.
Pada pertemuan tersebut Jeka membuat kode dengan menggoreskan jempol di leher saat berada di depan Jubli.
Tak hanya itu, Jeka juga menolak jabatan tangan Jubli. Petarung yang sebelumnya berlaga di ajang MMA lokal One Pride tersebut lebih memilih melakukan tos tinju alias fist bump.
Jeka pun berpose dengan melakukan kuda-kuda sembari mengacungkan kepalan tinju. Anehnya Jubli mengarahkan kepalan tinju Jeka ke arah dagunya.
Setelah pose tersebut, Jeka kemudian kembali melakukan tindakan unik lain dengan berupaya mengagetkan Jubli. Namun petarung asal India itu tampak tidak terkejut.
Belum diketahui waktu dan lokasi pertarungan final Road to UFC. Jika berkaca pada jeda waktu antara babak perempat final dan semifinal Road to UFC yang berjarak empat bulan, maka partai final bisa jadi akan dilangsungkan pada tahun depan.
Meskipun Jeka belum meraih kemenangan dalam laga final Road to UFC, mantan atlet wushu sanda itu sudah mendapat kontrak berlaga di bawah naungan UFC.(*)
















