Budaya

ISI Padang Panjang Rajai Peksimida 2018 Sumbar

Padang Panjang, Prokabar – Institut Seni Indonesia Padang Panjang unjuk taring pada Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida 2018) beberapa waktu lalu. Kejuaraan berbagai bidang seni yang diikuti oleh seluruh perguruan tinggi di Sumatera Barat tersebut, berubah menjadi arena pesta kemenangan.

Betapa tidak, 9 tangkai lomba bergengsi tersebut Mahasiswa ISI berhasil dipuncak kejuaraan itu.

Para jawara tersebut yakni perlombaan puisi putra dijuarai Rizky Fahlefi dari Jurusan Teater, perlombaan Solo pop (putri) dimenangkan Suci Febriani yang uniknya berasal dari jurusan Tari, Kroncong (putri) dimenangkan Monica Beksella dari jurusan Musik, Seriosa (Putri) dimenangkan Nurul Hikmah dari jurusan Musik, Seriosa (Putra) dimenangkan Fahrizal Ahmad yang kebetulan berasal dari Jurusan Teater, Monolog dimenangkan oleh Sekar Dwi nawang Wulan dari jurusan teater, Foto (hitam putih) di dimenangkan oleh Dani Aulia dari Jurusan fotografi, Tari dimenangkan oleh tim tari dari Jurusan Tari, dan terakhir Dangdut (putri) dimenangkan Cici dari Jurusan Karawitan. Para Jawara tersebut akan mengikuti Peksimida 2018 Nasional di Yogyakarta nanti.

Rektor ISI Padang Panjang Profesor Novesar Jamarun mengaku bangga atas prestasi mahasiswa pada 9 tangaki lomba yang berbeda tersebut. Menurutnya, apa yang telah dicapai ini patut mendapat penghargaan yang tinggi dari seluruh civitas akademika ISI Padang Panjang. Terlebih karena Pekan Seni Mahasiswa adalah perlombaaan yang bertingkat ke level nasional.

“Kita memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada para mahasiswa dan pembina yang telah berhasil mengangkat nama ISI Padangpanjang pada ajang bergengsi ini,” Kata Prof. Novesar.

Ia mengatakan kemenangan besar ini adalah batu loncatan untuk lebih mengharumkan lagi nama ISI Padang Panjang, baik di tingkat lokal maupun Nasional. “Ini semua adalah hasil kerja keras bersama seluruh unsur yang ada di ISI Padang Panjang. Ini adalah buah dukungan semua pihak. Ini adalah kemenangan bersama,” katanya.

Untuk menghadapi kontestasi skala nasional (PEKSIMINAS), Novesar memasang target minimal membawa pulang 2 emas. Untuk itu, 9 tangkai lomba yang sudah dimenangi harus dimantapkan lagi persiapannya.

“9 kontestan dari kita, baik perorangan maupun kelompok harus betul-betul kita matangkan lagi persiapannya. Kita pastikan ke 9 tangkai lomba ini kita ikuti. Tak ada yang tidak. Kita tidak akan mundur satu cabangpun!,” tegas Rektor ISI Padang Panjang tersebut.

Soal reward lanjutnya, para jawara yang nanti berhasil membawa pulang emas dari PEKSIMINAS, Novesar dan pihaknya akan mengupayakan yang terbaik semaksimal mungkin. “Tentu dan pastinya akan diberikan reward khusus. Kita patut hargai sebuah kemenangan dengan layak,” katanya.

Persiapan ke pentas nasional tidak hanya menjadi beban mahasiswa yang akan mengikuti tiap tangkai lomba, tetapi juga beban para pembina. “Kerja keras mengharapkan Pembina maksimal dari Wadi Metro dan Boy Oktavianus dari Jurusan Tari, Yonhendri dan Delarosa untuk musik, dan Endriko Alamo untuk monolog dan puisi. Semoga mereka berhasil membawa pulang medali minimal 2 emas nantinya,” tutup Rektor ISI Padang Panjang tersebut. (rud)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top