Padang, Prokabar – Sejumlah investor tertarik intuk berinvestasi di Sumbar. Seperti ada investor lokal tertarik investasi gudang pendingin (cold storage) ikan di daerah Pariaman dan Tiku (Agam).
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Sumatera Barat (Sumbar) Maswar Dedi menyampaikan data terbaru peluang investasi di Sumbar.
Perkiraannya, nilai investasi itu diatas Rp100 miliar. “Kemungkinan di Pesisir Selatan (Pessel) juga, tapi kami cek dulu apakah Pessel sudah ada studi kelayakan. Kalau Pariaman dan Tiku aman, sudah ada studi kelayakannya,” ujarnya, Selasa (18/12).
Kemudian, investor dari Singapura dan Italia tertarik investasi energi baru terbarukan berupa pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan pembangkit listrik tenaga hidro (PLTMH). Potensinya ada di Kabupaten Pasaman, Pessel, Agam, Tanah Datar dan Solok Selatan.
“Mereka mau mengurus ulang izin PLTA dan PLTMH yang sudah ada tapi izinnya sudah mati,” katanya.
Setelah itu, investasi tenaga angin dan surya dari investor Italia. “Ini untuk daerah pinggir pantai,” terangnya.
Potensi lain, investor tertarik mengembangkan dan membeli minyak nilam dari Pasaman. Saat ini telah mulai pada perhitungan ketersediaan minyak nilai yang ada di Pasaman.
“Kemudian kita berharap adanya investor mengelola turunan dari kelapa sawit seperti sabun, kosmetik,” tukasnya.(*/mbb)
















