Trending | News | Daerah | Covid-19

Internasional

Inspirasi Muhammad Ali: Kemenangan Terbesarnya Ada Diluar Ring, Perjuangan Mengenalkan Islam

Dibaca : 377

Jakarta, Prokabar – Muhammad Ali adalah legenda tinju dunia. Tak ada petinju yang bisa menyamai dirinya. Kharisma,poluraitas, dan prestasi. Berhasil jadi pemenang di ring tinju, namun kemenangan terbesar Muhammad Ali justru ada di luar ring tinju.

Tak lain tak bukan adalah saat dia mengamalkan nilai-nilai Islam di Amerika Serikat.”Ali melakukan lebih banyak hal untuk Islam di negara ini dibandingkan banyak muslim lainnya dalam sejarah Amerika Serikat.”

“Ali pernah bertanya apakah seseorang bisa menjadi muslim dan warga Amerika di saat yang sama. Ya, dia telah menaklukkan pertanyaan itu. Dengan kepergiannya, mari berharap pertanyaan seperti itu terkubur sedangkan peninggalan Ali tetap bertahan,” ucap Abdul Hakim Jackson dalam sambutan di tengah prosesi pemakaman Muhammad Ali.

Muhammad Ali adalah salah satu orang terkenal dan berpengaruh di dunia. Bukan hanya sebagai petinju, melainkan sebagai sosok manusia secara keseluruhan. Muhammad Ali memegang teguh keyakinan Islam dan terus jadi sosok yang lantang menentang diskriminasi yang sempat dialami Islam di Amerika Serikat.

Muhammad Ali memeluk Islam di tengah diskriminasi keturunan Afrika-Amerika di Amerika Serikat. “Saya adalah Muhammad Ali, sebuah nama yang berarti kekasih Tuhan, dan saya ingin orang-orang memanggil saya Muhammad Ali,” ucap Muhammad Ali di 1964, momen pertama ia meninggalkan nama Cassius Clay, dikutip dari Mashable.

Sosok Muhammad Ali saat itu tengah menjadi pusat perhatian. Ia jadi juara dunia kelas berat dengan menaklukkan Sonny Liston. Konversi Muhammad Ali memeluk Islam bukan sekadar bentuk mencari sensasi.

Muhammad Ali memeluk Islam dan mengejawantahkan ajaran-ajaran di dalamnya. Salah satu langkah besar Muhammad Ali adalah ketika ia menolak wajib militer untuk Perang Vietnam di 1967.

“Hati nurani saya tidak membiarkan saya menembak saudara saya, atau orang dengan kulit lebih gelap, atau orang-orang kelaparan atas nama Amerika yang sangat kuat. Untuk apa menembak mereka? Mereka tidak pernah mengejek saya, mereka tidak merampas kewarganegaraan saya, mereka tidak memperkosa atau membunuh ibu dan ayah saya. Menembak mereka untuk apa? Bagaimana saya bisa menembak orang-orang miskin?” kata Muhammad Ali saat itu.

Muhammad Ali harus menerima konsekuensi berat atas sikap kontranya saat itu. Lisensi tinju Muhammad Ali dicabut dan ia tidak bertinju selama lebih dari tiga tahun. Namun seiring kebijakan perang Vietnam yang makin tidak populer di masyarakat lantaran menimbulkan banyak korban jiwa, pilihan Muhammad Ali untuk menentang hal itu terlihat sebagai pilihan bijak.

“Selalu dikatakan bahwa akan ada dua alternatif. Entah saya dipenjara atau saya pergi menjadi tentara Namun saya selalu mengatakan ada alternatif lain, yaitu keadilan. Bila keadilan ditegakkan, saya tidak akan pergi menjadi tentara atau dipenjara,” ujar Muhammad Ali dikutip dari Washington Post.

Muhammad Ali kehilangan waktu di usia emas sebagai seorang atlet, yaitu di usia 25-28 tahun, namun dia menegaskan identitas kuat sebagai muslim yang menolak bentuk ketidakadilan. Seiring kariernya kembali, Muhammad Ali menunjukkan bahwa ia adalah berlian yang tak kehilangan kilaunya meski lama dipendam.

Muhammad Ali berhasil mempertahankan status sebagai bintang kelas berat dengan meraih kemenangan atas petinju top macam Joe Frazier, Ken Norton, hingga George Foreman.

Meski namanya tercatat sebagai petinju legendaris, kemenangan di dunia tinju bagi Muhammad Ali merupakan kemenangan kecil karena perang besar yang dijalani Muhammad Ali adalah membuat masyarakat Amerika Serikat punya pandangan terbuka terhadap Islam.

“Pertarungan saya di dunia tinju hanya untuk membuat saya populer. Saya tak pernah menikmati saat menyakiti orang, menjatuhkan orang. Namun dunia ini hanya mengerti kekuatan, kekayaan, dan popularitas.”

“Setelah saya mendengar pesan kuat Islam, melihat indahnya persatuan muslim, cara membesarkan anak, tata cara beribadah, cara makan, berpakaian, dan seluruh sikap islami, hal itu sungguh Indah. Saya berkata bahwa ini adalah hal yang harus lebih banyak diketahui orang. Hal ini yang akan diterima dan membuat mereka berminat untuk mengenal Islam,” tutur Muhammad Ali dikutip dari The Undefeated.

Muhammad Ali hidup di jalan Islam dan ia jadi salah satu tokoh penting di balik perkembangan Islam di Amerika Serikat hingga saat ini, sebagaimana diucapkan Jackson di prosesi pemakaman Muhammad Ali.(*/mht)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top