Inilah Bahan Maut “Pabrik Sabu-sabu” di Payakumbuh

Penulis -

Rabu, 25 April 2018 - 14:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh, ProKabar – Ada avtur di zippo, soda api, urea thailand, ampas trembesi hingga air aki. Inilah bahan racikan sabu-sabu di Payakumbuh.

Semua diolah dengan bahan-bahan lain, bak limbah B3 saja. Itulah yang dikonsumsi oleh anak muda. Tenggen.

Tak hanya tenggen, tapi pendek umurnya. Kejahatan narkoba adalah kejahatan luar biasa. Upaya cari uang semacam ini tak lain adalah pembunuhan generasi muda.

“Angkat tangan saya dengan Payakumbuh. Kemarin miras, sekarang sabu, LGBT banyak pula, apa yang lebih gila dari itu?” Jangan marah, ini kata orang Payakumbuh juga. Heboh di medsos.

“Bahan pembuatan sabu yang diracik pelaku, dibeli secara online. Ada juga yang dibeli di apotik sekitar dan toko pupuk,” jelas Kapolres Payakumbuh AKBP Endrastyawan Setyowibowo dan Kapolsekta Kompol Russirwan.

Pelaku Rino Datuk Pandak yang merupakan oknum niniak mamak di Tiaka, Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh, Sumbar, mengaku bisa membuat sabu-sabu setelah belajar di internet.

“Agar masyarakat tidak curiga, bahan bahannya dia pesan online. Belajar membuat online dan beli bahannya juga online,” jelas Kapolres.

Selain bahan di atas, Rino Dt Pandak juga meracik sabu sabu dengan bahan alkohol murni 100 persen, baby oil, batrai energizer serta beberapa bahan lain.

 

Pelaku mengolah bahan tersebut menjadi sabu sabu, dengan menggunakan kompor gas, sebuah kuali alumanium merek teflon. (VBM)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI
Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari
Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027
Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir
Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup
Merasa Dilecehkan Kadis, Staf Disparporabud Pasaman Lapor Polisi
Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026; Kalah Adu Penalti dari Paraguay, Jerman Angkat Koper
Si Jago Merah Mengamuk Dua Unit Rumah Warga Lubuk Sikaping Tinggal Abu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:35 WIB

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI

Senin, 28 September 2026 - 09:52 WIB

Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:14 WIB

Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:48 WIB

Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB