Inilah 8 Kunci Pemerintah Efektif Lawan Covid-19 ala Pakar OTDA

Penulis -

Minggu, 3 Mei 2020 - 13:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar — Pandemi Covid-19 telah nyata melanda dunia. Lebih dari 200 negara terkena. Di Indonesia wabah ini telah ditetapkan pemerintah sebagai bencana nasional non alam. Terkait penanganan penyebaran virus tersebut, Guru Besar IPDN, Prof. Dr. Drs. H. Djohermansyah Djohan, M.A atau yang akrab disapa Prof Djo menyebutkan kepemimpinan melawan Corona yang mematikan dan merusak sendi-sendi ekonomi ini dipegang di tangan pemerintah pusat di bawah komando presiden.

Prof Djo yang dihubungi melalui media daring (3/05) mengatakan bahwa Pemda-pemda dengan “funds and forces” juga sebaiknya membantu pemerintah pusat. “Karena seluruh gubernur, bupati dan walikota menjadi panglima penanggulangan wabah di daerah. Kita semua terkena dampaknya, sebab serangan wabah ini telah merenggut ratusan jiwa, termasuk tenaga medis kita.” sambungnya.

“Sudah dua bulan kita terpaksa bekerja, bersekolah, dan beribadah di rumah saja. Mudik, ritual kultural warga setiap hari raya telah dilarang oleh pemerintah. PSBB telah diberlakukan pula di daerah-daerah, menyusul di DKI Jakarta yang pertama menerapkan.” kata mantan Pj Gubernur Riau (2013-2014) ini.

Lantas bagaimanakah kepemimpinan pemerintahan yang efektif untuk menundukkan Covid-19?. Presiden i-OTDA ini memberikan delapan kunci yaitu :

1. Bukan yang “bisnis as usual”, tapi yang “out of the box”.
2. Bukan yang “low, tapi high profile strategy”.
3. Bukan yang birokratis, tapi yang desisif.
4. Bukan yang “discourage”, mematahkan semangat, tapi “encourage”, memberi semangat anak buah.
5. Bukan yang menyelamatkan ekonomi, tapi yang menyelamatkan nyawa.
6. Bukan yang banyak cerita dan upacara, tapi yang memberi “delivered” segera.
7. Bukan yang duduk di belakang meja, tapi turun ke lapangan memecahkan masalah berbasis data.
8. Bukan untuk pencitraan, tapi kerja ikhlas semata, lillahi ta’ala…

“Semoga itu semua bisa jadi acuan bagi pemimpin pemerintahan kita.” harap Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri (2010-2014) ini. (rel)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI
Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari
Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027
Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir
Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup
Merasa Dilecehkan Kadis, Staf Disparporabud Pasaman Lapor Polisi
Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026; Kalah Adu Penalti dari Paraguay, Jerman Angkat Koper
Si Jago Merah Mengamuk Dua Unit Rumah Warga Lubuk Sikaping Tinggal Abu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:35 WIB

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI

Senin, 28 September 2026 - 09:52 WIB

Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:14 WIB

Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:48 WIB

Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB