Jakarta, Prokabar — Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) telah menyusun strategi khusus untuk kesehatan jemaah dalam fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina sejak jauh hari.
Koordinator Tim Gerak Cepat dr. Jerry N. Pattimura. Sp.PD mengatakan pihaknya telah menyiapkan satu pos kesehatan besar di Arafah dan enam pos kesehatan satelit yang tersebar di beberapa maktab yang ada di Arafah.
“Pos kesehatan satelit ini berfungsi agar jemaah dapat lebih dekat untuk meminta bantuan kesehatan terutama apabila ada kondisi kegawatdaruratan atau membutuhkan reaksi yang lebih cepat,” kata dr. Jerry melalui keterangan resmi yang diterima Minggu (19/8).
Di sepanjang jalur Muzdalifah disiapkan 11 pos kesehatan. Sementara di Mina sudah disiapkan dua pos kesehatan besar di depan pintu terowongan Mina (terowongan Muaisim) dan di Mina Jadid.
Di pos kesehatan besar ini dapat dilakukan rawat observasi. Sementara di sepanjang jalur Jamarat juga disiapkan 10 pos mobile. Jerry menegaskan pengendalian kesehatan di Armina ini sudah disiapkan jauh-jauh hari. Tim Gerak Cepat dibantu Tim Promotif Preventif (TPP) telah melakukan edukasi kepada jamaah.
“Karena biar bagaimana pun pencegahan lebih penting dibanding mengobati. TPP telah memberikan alat pelindung diri (APD) yang akan mencegah banyak sekali masalah-masalah kesehatan,” kata dr. Jerry.
Di Armina telah siap 12 dokter spesialis, dokter-dokter umum yang berpengalaman, perawat serta tenaga farmasi dan gizi. “Semoga jemaah haji kita dapat terjaga kesehatannya selama Armina ini,” tegas Jerry.
Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI dr. Untung Suseno Sutarjo, MKes mengatakan mulai dari Arafah kesiapan sudah 60 persen dan sudah mulai memasukkan alat-alat kesehatan. Yang paling penting menurut dr. Untung, adalah tim kesehatan berusaha agar pelayanan dapat diberikan dengan cepat dan nyaman bagi jemaah yang memerlukan.
“Bila keluar tenda gunakan alat pelindung diri yaitu payung, kacamata, dan jangan lupa gunakan alas kaki karena di sini sangat panas sekali. Minum sesering mungkin untuk menghindari dehidrasi dan heat stroke. Basahi tubuh dengan air sesering mungkin,” pesan Untung.
Tim Kesehatan mulai bergerak menuju Arafah pada 19 Agustus 2018. Seluruh tim kesehatan yang terdiri dari Tim Promotif Preventif (TPP), Tim Kuratif Rehabilitatif (TKR) dan Tim Gerak Cepat (TCG), siap melayani jemaah haji Indonesia. (*/hdp)
















