Ekonomi

Ini Penyebab Deflasi Sumbar Selama November 2019

Padang, Prokabar-Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada November 2019, Sumbar mengalami deflasi, seiring penurunan indeks harga di Kota Padang dan Bukittinggi.

Kepala BPS Sumbar, Sukardi menyebutkan, dari kedua kota yang jadi barometer inflasi Sumbar, deflasi terjadi karena penurunan harga pada kelompok pangan dan sandang.

“Pembentuk tertinggi masing-masingnya dari kelompok bahan makanan,” ungkapnya pada Prokabar.com di Padang, Senin (2/12).

Berdasarkan Berita Resmi Statistik (BRS) yang diterima Prokabar, penurunan indeks harga pada kelompok bahan makanan 1,35 persen dan diikuti kelompok sandang, 0,21 persen.

Untuk Bukittinggi, kelompok bahan makanan turun hingga 0,60 persen dan kelompok untuk sandang sebesar 0,14 persen.

Dari 23 kota yang menjadi barometer inflasi di Sumatera, lanjutnya, deflasi Kota Padang menempati posisi ke tujuh. Sementara Kota Bukittinggi urutan 16.

“Secara nasional, Kota Padang dan Kota Bukittinggi menduduki urutan ke 12 dan ke 21 dari semua kota yang mengalami deflasi,” terangnya.

Laju inflasi tahun kalender sampai bulan November 2019 Kota Padang dan Kota Bukittinggi masing-masing sebesar 1,65 persen dan 1,32 persen.

Laju inflasi Kota Padang pada November 2019 terhadap November 2018 sebesar 1,81 persen dan Kota Bukittinggi sebesar 1,74 persen.

Seperti diberitakan Prokabar sebelumnya, Bank Indonesia memproyeksi laju inflasi Sumbar di triwulan IV 2019 lebih tinggi dari periode tahun lalu.

Proyeksi itu sesuai hasil Survei Konsumen Juli 2019 yang memerkirakan perkembangan harga menjelang akhir tahun cenderung meningkat.

“Ya, itu jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Padang, Wahyu Purnama. (tds)

Berani Komen Itu Baik
Tirto.ID
Loading...
To Top