Nasional

Ini Penjelasan Penyebab Gempabumi di Kabupaten Solok

Solok, Prokabar – Kabupaten Solok diguncang gempabumi Tektonik, di sekitar Gunung Talang, Sabtu (21/7) pukul 14.58.17 WIB. Guncangan tersebut hampir dirasakan hampir seluruh wilayah di Sumbar.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono dari data hasil analisi BMKG menunjukkan informasi awal gempabumi ini memiliki kekuatan M=5,5 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=5,4.

“Episenter gempabumi terletak pada koordinat 1,07 LS dan 100,55 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 15 km arah barat daya Kota Solok, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat pada kedalaman 14 km,”katanya.

Gempabumi yang terjadi di Kabupaten Solok ini lanjutnya, bila memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, merupakan jenis gempabumi tektonik kerak dangkal (shallow crustal earthquake) yang terjadi akibat aktivitas Zona Sesar Sumatera (Sumatera Fault Zone) pada segmen Sumani.

Baca Juga :

Ini Penjelasan Penyebab Gempabumi di Kabupaten Solok

Ini Pejelasan Walinagari Terkait Korban Gempa Sumbar Yang Meninggal

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis sesar geser mendatar (Strike Slip).

Dampak gempabumi berdasarkan Peta Tingkat Guncangan (Shakemap BMKG) menunjukkan bahwa guncangan dirasakan antara lain di daerah Kota Padang dan Painan I-II SIG (II-V MMI). Sesuai dengan laporan dari masyarakat, gempabumi ini dirasakan di Gunungtalang II SIG BMKG (V MMI), Kota Padang II SIG BMKG (III-IV MMI), Bukittinggi II SIG BMKG (III MMI), Padang Panjang dan Padang Pariaman I-II SIG BMKG (II-III MMI), dan Sawahlunto I SIG BMKG (II MMI).

“Hingga pukul 15.14 WIB, Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” tutup Rahmat Triyono. (rud)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top