Nasional

Ini Panduan Ibadah Ramadan dan Idulfitri dari Kemenag

Dibaca : 132

Jakarta, Prokabar — Terkait kondisi Ramadan tahun ini masih dalam pandemi Covid-19, Kementrian Agama mengedarkan Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 H/2021 M.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mentakan surat edaran itu akan menjadi panduan beribadah untuk umat islam selama pandemi Covid-19.

Kemenang membuat edaran terebut untuk mencegah, mengurangi penyebaran dan melindungi masyarakat dari risiko Covid-19.

“Surat edaran ini untuk memberikan panduan beribadah yang sejalan dengan protokol kesehatan.”

“Edaran ini sekaligus untuk mencegah, mengurangi penyebaran dan melindungi masyarakat dari risiko Covid-19.”

“Edaran ini tentang kegiatan ibadah dalam bulan Ramadan dan bisa melibatkan banyak orang,” kata Yaqut dalam rilisnya, Selasa (6/4).

Baca Juga: 

Berikut poin dalam surat edaran bernomor 3 tahun 2021:

1. Umat Islam wajib berpuasa di bulan Ramadan sesuai hukum dan tata cara ibadah Agama Islam, kecuali untuk yang sakit dan alasan dalam syariat.

2. Sahur dan buka puasa harus di rumah masing-masing bersama keluarga inti.

3. Kegiatan buka bersama harus mematuhi pembatasan jumlah kehadiran sebesar 50 persen dari kapasitas ruangan.

Panduan untuk Pengurus Masjid

4. Pengurus Masjid atau Musala dapat menyelenggarakan kegiatan ibadah:

  • Salat Fardu, salat Tarawih serta Witir, Tadarus Alquran, dan Itikaf dengan batasan kehadiran 50 persen dari kapasitas ruangan.

Panduan ini harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Menjaga jarak aman satu meter antarjamaah, dan setiap jamaah wajib membawa sajadah atau mukenah masing-masing.

  • Pengajian,Ceramah,Taushiyah, atau Kultum Ramadan dan Kuliah Subuh, paling lama dengan durasi waktu 15 menit.
  • Peringatan Nuzulul Quran di Masjid atau musala harus dengan batasan peserta sebanyk 5- persen dari kapasitas ruangan dengan protokol kesehatan ketat. 

5. Pengurus dan pengelola Masjid atau Musala sebagaimana angka 4 (empat) wajib menunjuk petugas yang memastikan penerapan protokol kesehatan.

Pengurus atau pengelola juga harus mengumumkan kepada jamaah agar melakukan disinfektan secara teratur.

Halaman : 1 2

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top