Jakarta, Prokabar — Selama 26 tahun memberikan kontribusi layanan bagi perkembangan ummat, Dompet Dhuafa terus berjuang memberantas kemiskinan.
Menurut Imam Rulyawan (Eksekutif Direktur Dompet Dhuafa) tingkat kemiskinan terbanyak berada di pedesaan. “Terhitung 15 persen angka kemiskinan terdapat di pedesaan. Sedangkan di kota jumlahnya enam persen,” sebut Imam ketika ditemui di acara diskusi Indonesia Poverty Outlook 2020 di Auditorium Adhiyana Wisma Antara, Jakarta, Senin (9/12).
Sebagai langkah pemberantasan kemiskinan, Dompet Dhuafa melakukan penguatan melalui program penerima zakat menjadi pemberi zakat.
“Peningkatan kapasitas penerima manfaat dari skala rumah tangga kita naikan menjadi skala industri di beberapa titik wilayah,” jelas Imam.
Pelaksanaannya, Dompet Dhuafa telah menyiapkan konsep yang sudah terlaksana di beberapa wilayah. Seperti lahan 10 hektar di Subang, Jawa Barat dan pabrik kopi di Parung, Bogor.

“Kita siapkan konsep dari hulu sampai hilir kita, dari produksi, permodalan, pendampingan sampai hilir sampai marketnya,” jelas Imam menambahkan.
Kedepannya, target Dompet Dhuafa membangun ternak kambing di sepuluh titik daerah.
“Kedepannya target sepuluh wilayah untuk ternak kambing. Target 50 ribu ekor di Cirebon, Purwakarta dan Serang, Banten,” pungkas Imam. (beb)
















