Ini Langkah ACT Menanggulangi Malnutrisi Anak-Anak Yaman

Penulis -

Jumat, 21 Juni 2019 - 14:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yaman, Prokabar — Puluhan ribu anak-anak Yaman meninggal dunia karena gizi buruk, perang saudara telah mengubah wajah Yaman sejak empat tahun lalu. Kerusakan merajalela, bahkan lebih fatal, kematian mulai tidak terhindarkan. Bukan karena pembantaian, namun menurunnya kesehatan penduduk Yaman yang membunuh secara perlahan namun pasti.

Pada 2017, Dana Anak-anak PBB (UNICEF) menyebut “konflik dan kelaparan memperburuk kondisi malnutrisi anak-anak Yaman”. Anak-anak pasien gizi buruk memenuhi setiap bangsal rumah sakit di Yaman, termasuk rumah sakit-rumah sakit di ibu kota Yaman, Sana’a.

Dampak konflik yang melebar itu pun menjadi perhatian dunia, termasuk masyarakat Indonesia dan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Mei lalu, ACT kembali berupaya meredam krisis malnutrisi di Yaman. Bantuan dana dan obat-obatan diberikan kepada keluarga yang memiliki anak-anak malnutrisi.

“Bantuan dana dan obat-obatan diberikan bulan Mei lalu menjangkau puluhan keluarga di Sana’a. Mereka memiliki anak-anak yang menderita malnutrisi.” lapor Said Mukaffiy dari Global Humanity Response (GHR) – ACT. Melalui mitra ACT di Sana’a bantuan langsung diberikan ke rumah-rumah penerima manfaat.

Dalam meredam gizi buruk di Yaman, ACT telah beberapa kali mengirimkan bantuan ke negeri yang berada di sisi Teluk Aden itu. Bantuan itu antara lain suplai makanan penunjang, layanan kesehatan, dan menyediakan pasokan vitamin.

“Insyaallah, ACT akan terus berikhtiar meredam gizi buruk di Yaman. Sebab itu, peran para dermawan di Indonesia begitu penting dalam meredam krisis kemanusiaan di negeri tersebut,” imbuh Said.

Malnutrisi menjadi pekerjaan rumah bagi Yaman. Keadaan itu muncul sebagai dampak buruk perang saudara yang berkepanjangan. Sejak tahun 2015, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyebutkan bahwa sistem kesehatan di Yaman telah mendekati keterpurukkan. Hingga tahun 2019 pun, tingginya kebutuhan pelayanan medis di Yaman belum dapat terpenuhi. Selain obat-obatan, masyarakat Yaman juga membutuhkan tenaga medis seperti dokter ahli gizi, dokter kandungan, dan dokter umum. (rel/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konflik Iran-Israel Memanas: Serangan Rudal dan Drone Tewaskan 24 Orang
Gawat! 300 Ribu Hektare Sawah Hilang, Alex Indra Lukman Desak Negara Dukung Riset Pertanian Lokal!
Langkah Kaki Anak Bangsa Menuju Panggung Dunia: Camp Broadway Indonesia Tampil di Carnegie Hall
Delapan Kepala Daerah Puas Ikut Rising Fellowship, Ini Kata Fadly Amran
New York, Kota Dunia yang tak Pernah Tidur
Fakta Gempa Dahsyat Turki dan Suriah: Ribuan tewas, dan Sudah Diperingatkan Peneliti Belanda
Ini tragedi Kemanusiaan, Duka di Kanjuruhan adalah Duka Dunia
Banjir di Korea Selatan, Begini Nasib Para WNI

Berita Terkait

Selasa, 17 Juni 2025 - 19:26 WIB

Konflik Iran-Israel Memanas: Serangan Rudal dan Drone Tewaskan 24 Orang

Jumat, 23 Mei 2025 - 20:27 WIB

Gawat! 300 Ribu Hektare Sawah Hilang, Alex Indra Lukman Desak Negara Dukung Riset Pertanian Lokal!

Sabtu, 19 April 2025 - 20:56 WIB

Langkah Kaki Anak Bangsa Menuju Panggung Dunia: Camp Broadway Indonesia Tampil di Carnegie Hall

Jumat, 10 Maret 2023 - 22:43 WIB

Delapan Kepala Daerah Puas Ikut Rising Fellowship, Ini Kata Fadly Amran

Minggu, 12 Februari 2023 - 18:04 WIB

New York, Kota Dunia yang tak Pernah Tidur

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB