Ini Jumlah Peserta UN SMA Sederajat di Tanah Datar

Penulis -

Senin, 1 April 2019 - 11:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar – Sebanyak 4.880 siswa siswi di Tanah Datar, Sumatera Barat mengikuti pelaksanaan ujian nasional tahun ajaran 2018/2019. Seluruh peserta ujian tersebut tersebar di 19 Sekolah Menengah Atas, 8 Sekolah Menengah Kejuruan dan 22 Sekolah Madrasah Aliyah (MAN).

Kordinator pengawas SMK-SMA Dinas Pendidikan Provinsi Sumatra Barat, Rosfairil mengatakan untuk wilayah Kabupaten Tanah Datar mengatakan, peserta yang akan mengikuti ujian terdata sebanyak 2.941 siswa SMA dan 872 dari Madrasah Aliyah. Sementara, untuk sekolah menengah kejuruan yang telah terlebih dahulu melaksanakan ujian nasional sebanyak 1.067 peserta.

Rosfairil menambahkan, jika di tahun ajaran ini seluruh sekolah menengah atas sederajat di Kabupaten Tanah Datar telah melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Jika tahun lalu, masih terdapat 5 sekolah yang tidak melaksanakan ujian nasional berbasis komputer karena ketiadaan perangkat.

“Kalau tahun lalu ada sekitar 5 sekolah yang tidak melaksanakan UNBK, tapi sekarang 100 persen sekolah telah melaksanakannya,” ucap Rosfairil.

Dia juga mengatakan, jika pada tahun ajaran 2019 ini, ratusan siswa juga dinyatakan telah diterima di berbagai perguruan tinggi bergengsi, baik di pulau Sumatera maupun di universitas yang ada di pulau Jawa melalui jalur SNMPTN. Dari data yang telah masuk ke pengawas, untuk tingkat SMA tercatat sebanyak 161 orang, dan untuk SMK sebanyak 29 orang.

Dari total siswa yang diterima melalui jalur prestasi tersebut, 49 orang diantaranya berasal dari keluarga tidak mampu.

“Kita tengah coba memasukan usulan kepada pemerintah daerah agar bisa difasilitasi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” ucapnya.

Namun sangat disayangkan, di kabupaten Tanah Datar juga ditemukan satu sekolah yang berasal dari sekolah madrasah aliyah, dimana ratusan siswanya sama sekali tidak bisa mengikuti jalur SNMPTN. Hal ini terjadi karena sesuatu alasan dan tindakan yang berakibat fatal dan berujung kerugian terhadap peserta didik dan sekolah.

“Kita tidak bisa masuk terlalu jauh ya, seharusnya hal ini tidak boleh terjadi. Karena bagaimanapun, setiap sekolah harus memberikan fasilitas pendidikan terbaik bagi peserta didiknya. Jika tidak memasukan anak kepada jalur SNMPTN, berarti sudah rugi sekolah 40 persen anaknya,” ujar Rosfairil. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Sinergi Kerjasama UIN Bukittinggi dengan UIN Suska Riau
Bimbingan Konseling Hadir sebagai Solusi Atasi Krisis Moral dan Kesehatan Mental
Lulusan SMK SMAK Padang 2026 Siap Kuasai Industri Global, Belasan Analis Kimia Tembus Rusia dan Tiongkok
Si Doel Anak Sekolahan Ikuti Wisuda UIN Bukittinggi
58 Orang Pengurus OSIS dan MPK 2025 Ikuti LDKS SMPN 1 Tanjung Raya
96 Orang Siswa Smantara Ikuti TKA 2025
Suka Suka Band, Slank & Bernadya Guncang Pensi Teras 2025 SMAN 3 Jakarta di Balai Sarbini
Kurikulum Berbasis Cinta Resmi Diluncurkan, UIN Bukittinggi Siap Implementasi
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:15 WIB

Perkuat Sinergi Kerjasama UIN Bukittinggi dengan UIN Suska Riau

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:34 WIB

Bimbingan Konseling Hadir sebagai Solusi Atasi Krisis Moral dan Kesehatan Mental

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:55 WIB

Lulusan SMK SMAK Padang 2026 Siap Kuasai Industri Global, Belasan Analis Kimia Tembus Rusia dan Tiongkok

Selasa, 14 April 2026 - 19:23 WIB

Si Doel Anak Sekolahan Ikuti Wisuda UIN Bukittinggi

Kamis, 13 November 2025 - 07:05 WIB

58 Orang Pengurus OSIS dan MPK 2025 Ikuti LDKS SMPN 1 Tanjung Raya

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB