Ini Dia Sosok Pengarajin Gendang dan Tambua Tansa di Nagari Tanjung Sani

Penulis -

Minggu, 7 Oktober 2018 - 09:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, Prokabar — Di Jorong Pasak (Paka Tanjuang), Nagari Tanjuang Sani, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumbar terdapat seorang ahli pembuat alat musik tradisional Minangkabau. Alat musik Gendang Tansa dan Tambua, dilestarikan masyarakat Agam, Bukittinggi, Padang Pariaman dan Kota Pariaman.

Beliau bernama Zulkifli Sutan Janaik bersuku Koto, Asli orang Tanjung Sani Salingak Danau Maninjau. Ia mengaku baru menekuni pembuat Tambua dan Gendang Tansa, sejak 2006 lalu. Pada saat kebetulan usai mengikuti Festival Tambua Tansa di Lampung.

“Pada saat itu saya diajak Pak Alimin, orang Sungai Batang untuk bermain Gendang Tambua Tansa ke Lampung. Setelah usai, perantau di sana menawarkan dan meminta bantuan untuk memesan Tambua. Saya langsung mengajukan diri untuk bisa memenuhi permintaan meski pada saat itu saya belum mahir membuatnya,” ungkap Zulkifli.

Berkat yakin dan kesungguhan bersama rekan-rekannya, Pelestari dan Guru di sebuah sanggar Seni Tradisi di Tanjung Sani itu berhasil memenuhi pesanan, 26 buah Tambua beserta dua Gendang Tansa. “Sejak saat itu, saya beserta anak-anak dan Istri terus mendapat pesanan mencapai 200 buah selama satu bulan,” lanjutnya.

Sebelumnya, akhir tahun 1989 setelah bekeluarga, ia sempat berprofesi sebagai tukang dan pembuat atau perenovasi sampan. Karena di Selingkar Danau Maninjau, banyak orang membutuhkannya. Dari dasar skill tersebut, Sutan Janaik Suku Koto ini memberanikan diri membuatkan pesanan itu, dan sebagai pembuka awal kesuksesan yang ia capai hingga saat ini.

Pesanan tidak hanya dari Agam, Bukittinggi, Padang Pariaman dan Kota Pariaman saja. Perantauan di Pekanbaru, Batam, Lampung, Medan bahkan di Singapura dan Malaysia juga banyak ke sini. Meminta untuk membuatkan Tambua dan Tansa.

“Sebelum hasil pesanan yang saya buat belum bagus sesuai kemampuan yang saya miliki, gendang tersebut belum berani saya berikan. Kepuasan orang lain yang memesan adalah kepuasan diri pribadi saya. Karena saya juga pecinta dan pelestari kesenian Minangkabau. Pemain sekaligus pelatih alat kesenian itu sendiri,” tuturnya.

Satu Tambua beragam harganya, tergantung besar ukuran dan permintaan pemesan. Bila ukuran besar, bisa mencapai Rp850 ribu rupiah. Sedangkan Gendang Tansa harganya berkisar Rp1.200.000. “Keutamaan kita adalah bagaimana kelestarian tradisional ini terus bangkit. Karena kesenian (seni) tradisi melatih kita pada nilai-nilai sosial berupa raso dan pareso. Seni Raso jo Pareso membuat kita peka atau peduli dengan sesama beserta lingkungan,” tutupnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jejak Konflik Adat Nagari Panampuang yang Melibatkan Nama Bupati Agam Benni Warlis
Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 
Malewakan Gala Adat Datuak Bagindo Nan Kuniang, Dr. Rahyussalim Harap Jadi Jembatan Budaya Minang-Internasional
Malewakan Gala Sako Dr. dr. Rahyussalim Dt. Bagindo Nan Kuniang, Sejumlah Menteri Hingga Perwira Tinggi Bakal Hadir
Festival Sipak Rago 2025 Tarik Ribuan Warga di Sungai Bangek
Festival Nan Jombang Tgl3 Hadirkan Takbiran Meriah dari PUSAKOSAKTI MINANGKABAU
Afriendi Sikumbang, Pengacara yang Sukses Menangkan Tiga Sengketa PHPU Pilkada di MK
Geger Sepehi 1812: Kementerian HAM Dukung Penuh Repatriat Equity Claiming Aset Sri Sultan HB II

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Jejak Konflik Adat Nagari Panampuang yang Melibatkan Nama Bupati Agam Benni Warlis

Senin, 6 Juli 2026 - 11:48 WIB

Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 

Minggu, 23 November 2025 - 05:32 WIB

Malewakan Gala Adat Datuak Bagindo Nan Kuniang, Dr. Rahyussalim Harap Jadi Jembatan Budaya Minang-Internasional

Jumat, 21 November 2025 - 07:34 WIB

Malewakan Gala Sako Dr. dr. Rahyussalim Dt. Bagindo Nan Kuniang, Sejumlah Menteri Hingga Perwira Tinggi Bakal Hadir

Sabtu, 12 Juli 2025 - 08:54 WIB

Festival Sipak Rago 2025 Tarik Ribuan Warga di Sungai Bangek

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB