Lifestyle

Ini Alasan Astrid Larang Uya Kuya Ambil Job Sahur

Foto : Beb/Prokabar

Jakarya, Prokabar – Momen Ramadhan jadi berkah tersendiri bagi pekerja entertainment. Banyak stasiun televisi menyuguhkan beragam acara menarik sepanjang harinya. Mulai acara berbuka puasa hingga jelang sahur.

Artis pengisi acara pun berani ambil pekerjaan dengan tawaran yang menjanjikan. Namun kesempatan ini rupanya tak diambil istri Uya Kuya, Astrid. 

Foto : Instagram

Ya, ibu dua anak ini melarang keras suaminya terima tawaran mengisi acara sahur. Mengapa? Jawabannya sederhana. 

“Nggak ada ya. Saya nggak kasih job itu (acara sahur). Jadi orang jangan maruk (serakah),” tegas Astrid yang juga merangkap sebagai manajer Uya.

Foto : BEB/PROKABAR

Mendengar keputusan istrinya itu, Uya hanya menuruti kemauan Astrid. Padahal penghasilan dari acara sahur melebihi job hariannya sebagai host regular.

“Padahal lumayan ya, saya pengen beli mobil baru. Tapi istri larang karena acara saya sudah banyak di TV,” aku Uya pada Prokabar.com di studio G7 Trans TV, belum lama ini.

Alasan ibu dari Cinta dan Nino ini memanglah beralasan. Astrid ingin berkumpul bersama keluarga saat makan sahur dan salat subuh bersama.

“Nikmati rejeki yang ada. Justru Ramadan ini kita bisa salat subuh berjamaah. Kalau hari biasa kan masing-masing, malah kebablasan sampai pagi. Jadi itu alasan pentingnya,” jelas Astrid.

Foto : Instagram

Kebersamaan saat Ramadan jadi tradisi keluarga Uya setiap tahunnya. Bahkan tahun ini kedua anak Uya memutuskan membayar zakat dari tabungannya sendiri.

“Anak-anak sudah bayar zakat sendiri. Tahun ini kan anak-anak main FTV, main musik, endorse dan penghasilan YouTube. Malah Cinta tanya papa gimana hitungan zakat,” bangga Uya.

Foto : Instagram

Tentu saja Uya terharu dengan keinginan anak-anaknya membayar zakat.Bahkan tahun ini putrinya, membayar zakat lebih besar dari adiknya.

“Bangga sekaligus lucu, sekarang yang paling banyak zakatnya Cinta tahun lalu Nino. Terus anak-anak bilang tolong cariin job di tv biar bayar zakatnya banyak,” bangganya. (beb)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top