Indonesia Rencanakan MoU Jaminan Produk Halal dengan Chile

Penulis -

Minggu, 8 November 2020 - 15:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar — Pemerintah Republik Indonesia dan Chile akan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) di bidang Jaminan Produk Halal (JPH). Sinergi ini bertujuan meningkatkan hubungan perdagangan antara kedua negara.

MoU akan ditandatangani kedua pihak dalam gelaran Indonesia-Latin America and Caribbean (INA-LAC) Business Forum atau Forum Bisnis Indonesia-Amerika Latin dan Karibia 2020. Forum yang diinisiasi untuk memfasilitasi pemangku kepentingan dari kedua wilayah guna meningkatkan hubungan perdagangan itu rencananya digelar di Jakarta, 9-11 November 2020. Menag Fachrul Razi dijadwalkan hadir juga dalam forum INA-LAC ini.

“Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari proses komunikasi yang telah kita lakukan secara intensif dengan Negara Latin America dan Caribbean, khususnya pada pertemuan di tahun 2019 yang dilaksanakan di Denpasar, Bali. Tujuannya untuk meningkatkan hubungan perdagangan produk halal kita,” Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Sukoso, di Jakarta,  Minggu (08/11).

“Kita tekankan pentingnya membangun hubungan perdagangan dengan negara-negara Latin dan Caribbean dengan menekankan pentingnya kehalalan produk, karena 62% wilayah Asia Pasifik merupakan pangsa pasar halal dunia dan Indonesia berada di wilayah ini sebagai negara yang berpenduduk Muslim terbesar di Dunia,” imbuhnya.

Apalagi, lanjut Sukoso, saat ini halal sudah menjadi trend global. Konsumsi produk halal terus meningkat, dan itu tidak hanya dilakukan kalangan Muslim, namun juga masyarakat nonmuslim di dunia. “Saat ini produk halal bukan hanya untuk negara dengan penduduk Muslim saja. Sebab halal sudah menjadi gaya hidup global,” terang Sukoso.

Menurut Sukoso, forum INA-LAC akan menjadi tonggak sejarah peningkatan jaminan produk halal Indonesia-Amerika Latin. Ini menyusul ditandatanganinya MoU kerja sama JPH antara kedua pihak. “MoU ini sudah melalui pembicaraan panjang antara BPJPH dengan Latin America dan Caribbean, dalam hal ini secara intens dengan Chile melalui kedutaan besar Chile di Jakarta dan dilanjutkan dengan Kemenlu RI serta Duta Besar RI di Santiago, Chile,” ujar Sukoso.

Sebelumnya, dalam gelaran Indonesia International Halal Dialogue (IHD) 2020 yang diadakan BPJPH pada 29 Oktober 2020 lalu, Duta Besar RI untuk Chile, Muhammad Anshor juga menyatakan bahwa halal menjadi perhatian dan prioritas pemerintahnya, khususnya bertujuan untuk ekspansi ekspor terutama ke negara dengan penduduk Muslim besar di dunia.

Perkembangan trend halal di Amerika Latin pun, lanjut Anshor, mengalami peningkatan. “Pemahaman mengenai sertifikasi halal cukup meluas di kawasan Amerika Latin, karena minat dan prioritas pemerintah untuk ekspansi produk ke negara-negara Muslim, selain juga untuk tourism dan pelayanan bagi komunitas Muslim di negara masing-masing,” kata Anshor.

Pemahaman dari sertifikasi halal di Amerika Latin, lanjut Anshor, di antaranya bertujuan untuk menarik minat konsumen Muslim di negara setempat, menjamin keamanan makanan untuk konsumsi manusia, memperkuat kepercayaan konsumen, dan memberikan pengakuan global, sekaligus sebagai kunci sukses untuk ekspansi pasar ekspor produk ke negara lain.

Sertifikasi halal di Amerika Latin, lanjut Anshor, saat ini dilakukan oleh sejumlah lembaga sertifikasi halal yang dikelola non-governmental. Di antaranya adalah Instituto Halal di Mexico, Certvalue yang beroperasi di Argentina-Brazil-Peru-Chile-Mexico, Fambras Halal di Brazil, Integrated Assessment Services (IAS) yang beroperasi di sejumlah negara di Amerika Latin, Chili Halal di Chile. Di sejumlah negara di Amerika Latin, juga terdapat Islamic Centres yang dapat berperan juga untuk melakukan audit dan mensertifikasi halal produk. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konflik Iran-Israel Memanas: Serangan Rudal dan Drone Tewaskan 24 Orang
Gawat! 300 Ribu Hektare Sawah Hilang, Alex Indra Lukman Desak Negara Dukung Riset Pertanian Lokal!
Langkah Kaki Anak Bangsa Menuju Panggung Dunia: Camp Broadway Indonesia Tampil di Carnegie Hall
Delapan Kepala Daerah Puas Ikut Rising Fellowship, Ini Kata Fadly Amran
New York, Kota Dunia yang tak Pernah Tidur
Fakta Gempa Dahsyat Turki dan Suriah: Ribuan tewas, dan Sudah Diperingatkan Peneliti Belanda
Ini tragedi Kemanusiaan, Duka di Kanjuruhan adalah Duka Dunia
Banjir di Korea Selatan, Begini Nasib Para WNI

Berita Terkait

Selasa, 17 Juni 2025 - 19:26 WIB

Konflik Iran-Israel Memanas: Serangan Rudal dan Drone Tewaskan 24 Orang

Jumat, 23 Mei 2025 - 20:27 WIB

Gawat! 300 Ribu Hektare Sawah Hilang, Alex Indra Lukman Desak Negara Dukung Riset Pertanian Lokal!

Sabtu, 19 April 2025 - 20:56 WIB

Langkah Kaki Anak Bangsa Menuju Panggung Dunia: Camp Broadway Indonesia Tampil di Carnegie Hall

Jumat, 10 Maret 2023 - 22:43 WIB

Delapan Kepala Daerah Puas Ikut Rising Fellowship, Ini Kata Fadly Amran

Minggu, 12 Februari 2023 - 18:04 WIB

New York, Kota Dunia yang tak Pernah Tidur

Berita Terbaru

Berita

UIN Bukittinggi Gelar Workshop UI GreenMetric

Jumat, 9 Okt 2026 - 16:46 WIB