Indonesia Miliki Potensi Besar Sebagai Pemain Industri Baterai Mobil Listrik

Penulis -

Rabu, 17 Maret 2021 - 06:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar —Indonesia memiliki potensi besar sebagai pemain utama di dunia dalam industri baterai mobil listrik atau battery electric vehicle (BEV).

Hal tersebut diungkapkan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati  mengatakan potensi besar tersebut ada karena Indonesia memiliki cadangan sumber daya nikel terbesar di dunia. 

Sumber daya tersebut merupakan bahan baku industri baterai dan pengembangan mobil listrik.

Baca Juga:

“Indonesia sebagai pusatnya (nikel). Bahkan di beberapa artikel internasional, ini menggambarkan suatu sisi ketergantungan terhadap nikel yang meningkat.”

“Indonesia sebagai negara yang menghasilkan nikel dengan reserve dan produksi terbesar jelas merupakan negara yang sekarang menjadi pusat perhatian terhadap pembangunan dari battery electric vehicle,” ujar Menkeu di laman Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Rabu (17/3).

Transformasi Kendaraan Bermotor

Untuk itu, Pemerintah Indonesia berkomitmen memanfaatkan tren teknologi ini yang ke depannya akan semakin meningkat.

“Sekarang ini dengan kesadaran terhadap lingkungan yang makin meningkat, maka pembicaraan mengenai tren kendaraan bermotor mmengalami transformasi cepat.”

“Terutama berubah dari bahan bakar fosil kemudian menjadi bahan bakar yang terbarukan atau battery electric vehicle yang akan mendominasi keseluruhan kendaraan bermotor di seluruh dunia,” ujarnya.

Baca Juga Milenialisme.com

Pemerintah Indonesia juga berkomitmen secara global di bidang perubahan iklim dengan menurunkan jumlah emisi gas rumah kaca atau CO2.

Untuk itu, Pemerintah berupaya menurunkan emisi yang bersumber dari sektor transportasi dengan mendorong pengembangan sektor industri kendaraan bermotor berbasis listrik.

“Kita akan menurunkan emisi CO2 sebesar 29 persen dengan usaha sendiri atau menurunkan CO2 sebesar 41 persen pada 2030.”

“Apabila ada dukungan dan kolaborasi internasional. Kita akan membangun dan terus meningkatkan daya saing dari industri otomotif yang berbasis baterai,” tandasnya. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ini Spesifikasi 3 Laptop Luxia Polytron, Desain Elegan dan Performa Ngebut
Kamu lagi Cari HP ? Ini Rekomendasi Smartphone Mid Range
XLSMART Gelar Donor Darah dan Edukasi Rupiah untuk Bantu Anak Penderita Kanker di Medan
Lonjakan Trafik Data XL Axiata Capai 21% Selama Libur Lebaran 2025, Didorong Antusiasme Mudik dan Berbagi Momen
Indonesia Percepat Inovasi Konstruksi, Para Ahli Bahas Teknologi Penguatan Struktur bersama Ultrachem
Trafik Data Melonjak, XL Axiata Genjot Pembangunan BTS 4G di Ranah Minang
Axiata dan Sinar Mas Jalin Kolaborasi Strategis untuk Transformasi Digital di Asia Tenggara
Bebaskan Diri dengan Internet “Bebas Puas”: Paket Internet Baru dari XL Axiata

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 15:55 WIB

Ini Spesifikasi 3 Laptop Luxia Polytron, Desain Elegan dan Performa Ngebut

Selasa, 15 Juli 2025 - 12:21 WIB

Kamu lagi Cari HP ? Ini Rekomendasi Smartphone Mid Range

Rabu, 28 Mei 2025 - 12:40 WIB

XLSMART Gelar Donor Darah dan Edukasi Rupiah untuk Bantu Anak Penderita Kanker di Medan

Kamis, 10 April 2025 - 10:29 WIB

Lonjakan Trafik Data XL Axiata Capai 21% Selama Libur Lebaran 2025, Didorong Antusiasme Mudik dan Berbagi Momen

Rabu, 26 Februari 2025 - 12:14 WIB

Indonesia Percepat Inovasi Konstruksi, Para Ahli Bahas Teknologi Penguatan Struktur bersama Ultrachem

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB