Oleh: Elthaf
Kabar duka datang dari tokoh nasional yang berasal dari Minangkabau, saya baca berita duka itu di WAG Forum Minang Maimbau. Pak Awaloedin Djamin berpulang hari ini, Kamis, 31 Januari 2019, pukul 14:55 di RS Medhistra, Jakarta dalam usia 91 tahun, Innalillahi wainnailahi raajiun, semoga almarhum husnul khotimah, aamiin.
Dari dulu saya sangat mengagumi perjalanan karir bapak Awaloedin yang lengkap, beliau seorang jenderal bintang empat, teknokrat, diplomat, birokrat dan juga apratur negara. beliau serba bisa, multi talenta dan semua jabatan tertinggi ” lintas disiplin ilmu” sudah beliau pegang dalam usia muda dan semuanya sukses tanpa cacat, luar biasa. Sebut saja Kapolri, Menteri, Rektor, Dekan PTIK, Dubes, DPR RI/ MPRS, DPA RI, Profesor, Ph.D.
Saya tidak mengenal beliau secara dekat, tapi saya suka mengikuti aktivitas beliau melalui media, kalau toh saya pernah bersua beliau yaitu di acara keluarga Minangkabau di Is Plaza, Jakarta.
Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Dr. Awaloedin Djamin, M.P.A., Ph.D. lahir di Padang, Sumatera Barat, 26 September 1927; umur 91 tahun adalah tokoh Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Tidak banyak tokoh seperti beliau, semasa hidup beliau, dari muda pak Awaloedin sudah memegang hampir semua jabatan tertinggi, saya mencatat beberapa prestasi luar biasa dan jabatan yang pernah beliau pegang baik di eksekutif, legislatif, yudikatif, Kepolisian, diplomat, pendidikan dsbnya.
Beliau saksi sejarah tiga zaman dalam dua abad, beliau mengalami masa penjajahan Belanda, Jepang, dan masa revolusi, waktu Indonesia merdeka beliau sudah berumur 18 tahun.
Setamat SLTA, beliau melanjutkan studinya di Fakultas Ekonomi (1949-1950). Masuk menjadi prajurit polisi, kemudian menempuh pendidikan di PTIK hingga lulus tahun 1955 dengan gelar Doktorandus, MPA dari University of Pittsburgh, USA dan Doctor dari University of Southern California USA (tahun 1963).
Beberapa jabatan prestisius yang beliau pegang antara lain:
Sebagai anggota legislatif, beliau Anggota DPR-RI/MPRS Tahun 1964-1971, dalam usia 37 tahun
Sebagai anggota eksekutif, dalam bidang pemerintahan, beliau menjadi Menteri Tenaga Kerja pada Kabinet Ampera (1966) dalam usia 39 tahun.
Dalam bidang pendidikan, beliau Ketua Lembaga Administrasi Negara Tahun 1971-1976, dalam usia 44 tahun.
Sebagai diplomat, beliau sebagai Duta Besar RI untuk Republik Federasi Jerman (RFJ) Tahun 1976—1978, usia 49 tahun
Sebagai anggota Polri, beliau menjabat Kapolri dengan pangkat Jenderal (1978-1982) dalam usia 51 tahun.
Bidang yudikatif, beliau Anggota Dewan Pertimbangan Agung RI Tahun 1983—1988 dalam usia 56 tahun
Kemudian beliau juga ikut berkecimpung di dunia pendidikan, diangkat jadi guru besar (Profesor) FISIP UI dan beliau menjabat rektor Universitas Pancasila tahun 1983-1985 dalam usia 56 tahun
Beliau juga pernah menjabat sebagai Dekan PTIK (sekarang Ketua STIK Lemdikpol)
Di masa tua, beliau diminta sebagai Anggota Badan Pertimbangan Pendidikan Nasional (BPPN) Tahun 1993—1998 dalam usia 66 tahun.
Apa yang dipegang beliau hampir sempurna, semasa muda, pemuda ganteng Awaluddin menyunting putri Perdana Menteri Dr. Ir. H. Juanda sebagai isteri beliau.
Di usia tuanya beliau masih banyak diminta memberikan nasehat dan membuka acara seperti meresmikan Monumen Tamansari Pahlawan Nasional di Museum Adityawarman jl. Taman Melati Kota Padangtahun (10-11-2017), tahun 2017 beliau dengan keluarga dan kolega beliau mensyukuri usia beliau yang ke 90 tahun dalam satu acara ulang tahun beliau yang dilakukan cukup meriah di Hotel Darmawangsa Jakarta dimana beliau meluncurkan buku “90 Tahun Awaloedin Djamin, Teknokrat, Birokrat dan Diplomat”.
Selamat jalan jenderal, professor Awaloedin, semoga Allah SWT mengampuni bapak, diterima amal ibadah bapak dan dimasukkan ke dalam surga, aamiin.
Perjalanan karir bapak kami jadikan suatu teladan dan menginspirasi bagi kami. Semoga…
*) Penulis adalah Perantau Minang yang berdomisili di Jakarta
















