In Memoriam Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Dr. Drs. Awaloedin Djamin, M.P.A., Ph.D

Penulis -

Kamis, 31 Januari 2019 - 20:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Elthaf

Kabar duka datang dari tokoh nasional yang berasal dari Minangkabau, saya baca berita duka itu di WAG Forum Minang Maimbau. Pak Awaloedin Djamin berpulang hari ini, Kamis, 31 Januari 2019, pukul 14:55 di RS Medhistra, Jakarta dalam usia 91 tahun, Innalillahi wainnailahi raajiun, semoga almarhum husnul khotimah, aamiin.

Dari dulu saya sangat mengagumi perjalanan karir bapak Awaloedin yang lengkap, beliau seorang jenderal bintang empat, teknokrat, diplomat, birokrat dan juga apratur negara. beliau serba bisa, multi talenta dan semua jabatan tertinggi ” lintas disiplin ilmu” sudah beliau pegang dalam usia muda dan semuanya sukses tanpa cacat, luar biasa. Sebut saja Kapolri, Menteri, Rektor, Dekan PTIK, Dubes, DPR RI/ MPRS, DPA RI, Profesor, Ph.D.

Saya tidak mengenal beliau secara dekat, tapi saya suka mengikuti aktivitas beliau melalui media, kalau toh saya pernah bersua beliau yaitu di acara keluarga Minangkabau di Is Plaza, Jakarta.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Dr. Awaloedin Djamin, M.P.A., Ph.D. lahir di Padang, Sumatera Barat, 26 September 1927; umur 91 tahun adalah tokoh Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Tidak banyak tokoh seperti beliau, semasa hidup beliau, dari muda pak Awaloedin sudah memegang hampir semua jabatan tertinggi, saya mencatat beberapa prestasi luar biasa dan jabatan yang pernah beliau pegang baik di eksekutif, legislatif, yudikatif, Kepolisian, diplomat, pendidikan dsbnya.

Beliau saksi sejarah tiga zaman dalam dua abad, beliau mengalami masa penjajahan Belanda, Jepang, dan masa revolusi, waktu Indonesia merdeka beliau sudah berumur 18 tahun.

Setamat SLTA, beliau melanjutkan studinya di Fakultas Ekonomi (1949-1950). Masuk menjadi prajurit polisi, kemudian menempuh pendidikan di PTIK hingga lulus tahun 1955 dengan gelar Doktorandus, MPA dari University of Pittsburgh, USA dan Doctor dari University of Southern California USA (tahun 1963).

Beberapa jabatan prestisius yang beliau pegang antara lain:

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Sebagai anggota legislatif, beliau Anggota DPR-RI/MPRS Tahun 1964-1971, dalam usia 37 tahun

Sebagai anggota eksekutif, dalam bidang pemerintahan, beliau menjadi Menteri Tenaga Kerja pada Kabinet Ampera (1966) dalam usia 39 tahun.

Dalam bidang pendidikan, beliau Ketua Lembaga Administrasi Negara Tahun 1971-1976, dalam usia 44 tahun.

Sebagai diplomat, beliau sebagai Duta Besar RI untuk Republik Federasi Jerman (RFJ) Tahun 1976—1978, usia 49 tahun

Sebagai anggota Polri, beliau menjabat Kapolri dengan pangkat Jenderal (1978-1982) dalam usia 51 tahun.

Bidang yudikatif, beliau Anggota Dewan Pertimbangan Agung RI Tahun 1983—1988 dalam usia 56 tahun

Kemudian beliau juga ikut berkecimpung di dunia pendidikan, diangkat jadi guru besar (Profesor) FISIP UI dan beliau menjabat rektor Universitas Pancasila tahun 1983-1985 dalam usia 56 tahun

Beliau juga pernah menjabat sebagai Dekan PTIK (sekarang Ketua STIK Lemdikpol)

Di masa tua, beliau diminta sebagai Anggota Badan Pertimbangan Pendidikan Nasional (BPPN) Tahun 1993—1998 dalam usia 66 tahun.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Apa yang dipegang beliau hampir sempurna, semasa muda, pemuda ganteng Awaluddin menyunting putri Perdana Menteri Dr. Ir. H. Juanda sebagai isteri beliau.

Di usia tuanya beliau masih banyak diminta memberikan nasehat dan membuka acara seperti meresmikan Monumen Tamansari Pahlawan Nasional di Museum Adityawarman jl. Taman Melati Kota Padangtahun (10-11-2017), tahun 2017 beliau dengan keluarga dan kolega beliau mensyukuri usia beliau yang ke 90 tahun dalam satu acara ulang tahun beliau yang dilakukan cukup meriah di Hotel Darmawangsa Jakarta dimana beliau meluncurkan buku “90 Tahun Awaloedin Djamin, Teknokrat, Birokrat dan Diplomat”.

Selamat jalan jenderal, professor Awaloedin, semoga Allah SWT mengampuni bapak, diterima amal ibadah bapak dan dimasukkan ke dalam surga, aamiin.

Perjalanan karir bapak kami jadikan suatu teladan dan menginspirasi bagi kami. Semoga…

*) Penulis adalah Perantau Minang yang berdomisili di Jakarta

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman
Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?
Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali
Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi
Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)
Kebenaran, Keniscayaan dan Kebermaknaan  Agama Pada Manusia (Membaca Agama dari Perspektif  Kesadaran, Filsafat dan Kajian Budaya)
Filosofi Kenetralan dan Fungsi Keseimbangan Dalam Menjalani Kehidupan
Aeratie Gebouw dan Rumah Air Kandang Ditabek, Simbol Modernitas dan Jejak Sejarah Air Bersih dari Paninjauan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Jumat, 25 September 2026 - 11:22 WIB

Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?

Senin, 21 September 2026 - 11:49 WIB

Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali

Minggu, 13 September 2026 - 08:59 WIB

Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi

Selasa, 8 September 2026 - 11:12 WIB

Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB