Trending | News | Daerah | Covid-19

Pendidikan

IAIN Batusangkar Siap Alih Status Menjadi UIN

Dibaca : 536

Tanah Datar, Prokabar – Menatap perubahan alih status menjadi Universitas, Rektor IAIN Batusangkar Dr. Marjoni Imamora, M.Sc bersama jajaran terus melakukan terobosan dan inovasi pendidikan.

Didampingi Warek III Dr. Sirajul Munir, M.Pd, Rektor Marjoni Imamora, melakukan kerja sama dengan Rektor UIN IB Padang Prof. Dr. Eka Putra Wirman, M.A didampingi Warek III Dr. Ikhwan, M.Ag di Padang, (10/10).

Dalam keterangan persnya Warek III IAIN Batusangkar menyampaikan UIN Imam Bonjol Padang memberikan dukungan yang kuat agar IAIN Bertransformasi menjadi UIN Batusangkar.

“Kerjasama sudah ditindaklanjuti dengan Perjanjian Kerjasama (MoU) dalam bentuk pusat studi budaya minangkabau dan syarak, penugasan Profesor UIN IB untuk mengajar di IAIN Batusangkar, program merdeka belajar dan joint research and publication, dan kerjasama lainnya. Hadir juga dalam penandatangan MoU tersebut Wakil Rektor II, III, Kabiro, dan Kabag Kerjasama UIN IB,”tuturnya.

Dr. Sirajul Munir juga meyebutkan bahwa kita sudah melakukan silaturrahim dan penandatangan MoU dengan Universitas besar di Sumatera Barat dalam 2 bulan terakhir. UNP, UNAND, dan UIN Padang.

“Ini tentu saja dalam rangka penguatan kelembagaan, sinergitas dan kerjasama antar lembaga,” ujarnya

Pada kesempatan tersebut Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Prof. Dr Eka Putra Wirman, M.A memuji tata kelola IAIN Batusangkar. Beliau berharap IAIN Batusangkar segera bertransformasi menjadi UIN Batusangkar.

“Kami tidak akan menganggap IAIN Batusangkar sebagai saingan tetapi sebagai mitra. Kami berharap bertransformsinya IAIN Batusangkar jadi UIN akan menjadikan Sumatera Barat menjadi pusat destinasi pendidikan sebagaimana halnya Yogyakarta” ungkap Prof. Eka.

Senada dengan hal itu Rektor IAIN Batusangkar Dr. Marjoni Imamora mengungkapkan Kedatangannya ke UIN Imam Bonjol dalam rangka membangun sinergi antar PTKIN yang ada di Sumatera Barat.

“Dengan distingsi keilmuan dan kekhasan masing-masing serta cita-cita yang sama dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa tidak membuat kita harus saling bersaing namun perlu bersinergi secara proporsional dalam bentuk saling membangun dan melengkapi.”jelas Dr. Marjoni.

Pada mulanya IAIN Batusangkar berstatus Fakultas Tarbiyah IAIN Imam Bonjol dan kemudian berubah menjadi sekolah tinggi agama Islam negeri (STAIN) berdasarkan Kepres No. 11/1997 beserta Surat Keputusan Menteri Agama RI No. 285/1997.

Kemudian, dari STAIN berubah lagi menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar setelah dikeluarkan Perpres No. 147 tahun 2015 bertanggal 23 Desember 2015.(eym)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top