Hidup Segan Mati Tak Mau, Nasib Objek Wisata Potensial di Pasaman

Penulis -

Kamis, 5 September 2019 - 22:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar — Terbengkalainya beberapa objek wisata potensial di Pasaman terjawab sudah penyebabnya. Ternyata masalah anggaran. Mirisnya, tidak sedikitpun ada anggaran untuk itu. Makanya, objek wisata Rimbo Panti dan Taman Equator Bonjol bernasib hidup segan mati tak mau.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Pasaman, Linggoman Siregar.”Anggaran pemeliharan objek wisata di Rimbo Panti dan Taman Equator Bonjol, nihil. Sudah dua kali tahun anggaran,” katanya, Kamis (5/9).

Ia mengakui jika dinasnya mengalami kesulitan untuk mengembangkan potensi wisata yang ada. Padahal, menurut dia, potensi pariwisata yang ada di Kabupaten Pasaman cukup besar.

“Kalau melihat potensinya memang besar sekali. Tapi obyek wisata yang ada saat ini belum terkelola dengan baik. Anggaran pengembangan yang dibutuhkan tentu sangat besar,” jelas Linggoman..

Ketidaktersedian anggaran pemeliharaan di kawasan objek wisata di daerah itu membuat sejumlah fasilitas dan infrastruktur pada destinasi wisata yang sudah tersohor hingga ke mancanegara itu mengalami kerusakan yang cukup memprihatinkan.

Kondisi ini jelas berdampak pada rendahnya tingkat kunjungan para wisatawan ke daerah itu, baik lokal apalagi mancanegara. Linggoman pun menaruh harapan besar kepada anggota DPRD Pasaman.

“Kita tidak bisa berbuat banyak. Kita ingin sekali merenovasi berbagai sarana prasarana serta fasilitas wisata yang rusak, khususnya di obyek wisata Rimbo Panti. Semoga saja tahun depan dapat anggaran,” tukasnya. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI
Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari
Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027
Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir
Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup
Merasa Dilecehkan Kadis, Staf Disparporabud Pasaman Lapor Polisi
Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026; Kalah Adu Penalti dari Paraguay, Jerman Angkat Koper
Si Jago Merah Mengamuk Dua Unit Rumah Warga Lubuk Sikaping Tinggal Abu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:35 WIB

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI

Senin, 28 September 2026 - 09:52 WIB

Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:14 WIB

Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:48 WIB

Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB