Pariaman, Prokabar – Matahari baru saja terbit. Menerangi pagi dengan cahaya cerah, membuat masyarakat sekitar pesisir pantai Pariaman dapat beraktifitas penuh semangat.
Seperti di Pasar Ikan Karan Aur, Pariaman Selatan, Kota Pariaman, Provinsi Sumbar, Jumat (25/5) ini. Aktifitas berjalan normal, tidak banyak perubahan kondisi jual beli di sini. Tawar menawar agen penjual ikan dengan pedagang pengencer terus berlangsung hingga ikan terbawa pergi. Ada yang mengeluh karena belum laku terjual, ada pula yang bahagia memperoleh untung.
Seperti Yuliardi (62) alias Uncu Enek, salah seorang agen yang menjual ikan nelayan. Menurutnya, hasil tangkap nelayan hari itu cukup melimpah dengan kondisi ikan masih segar. Ikan yang dijual dari hasil tangkap nelayan kapa tundo, sekitar 19 Keranjang. Ikan yang dijual sejenis Ikan Tongkol. 1 keranjang jumlah ikan diperkirakan sekitar 60 ekor.

“Alhamdulillah, pagi ini saya bisa menjualkan ikan nelayan kapa tundo. Karena ikan sangat segar dan sesuai kondisi beban biaya nelayan melaut, 1 keranjang dijual Rp500 ribu kepada pedagang pengencer. Ikan tersebut akan dijualkan ke Pasar-pasar tradisional yang tersebar di Kota Pariaman dan Padang Pariaman” Kata Uncu Enek.
Selain Ikan Asli hasil tangkapan nelayan setempat, ada juga Agen ikan pemasok ikan dari Medan. Salah satunya Salendri (44), masih warga Karan Aur juga.

Menurutnya, selama Ramadhan ini pasokan ikan dan daya beli masyarakat lemah dan berkurang. Ikan yang dipasok kebanyakan dari Sibolga (Sumatera Utara), selebihnya dari Pesisir Selatan, Air Bangis dan Padang.
Untuk saat ini, ikan yang dipasok adalah Ikan Sarai, Bada dan sebagainya. Ikan tersebut sejak kemaren datang di Pasar Karan Aur.

Ikan Bada terdapat 80 kg (dua pess), Ikan Sarai berjumlah 400 kg, dan ikan bercampur disatu tempat berjumlah 400 kg. Rata-rata pengencer mengambil ikan dalam jumlah 10 kg untuk dijual pasar tradisional. Ikan Tongkol dijual Rp 20 ribu perkg, Bada dijual Rp 20 ribu per kg dan Ikan Sarai dijual Rp 15 ribu per kg. Biasanya stok 1 ton sehari cepat habis terjual, namun sejak Ramadhan ini, penjualan sedikit lemah. (rud)
















