Hari Puisi se Dunia Serta Bentuk Keragaman Puisi di Daerah dalam Setiap Negara

Penulis -

Jumat, 24 Maret 2023 - 11:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nama : Putri Ayuni

Jurusan sastra Minangkabau
Universitas Andalas

Puisi merupakan wujud karya tulis yang terikat oleh rima, irama, lirik dan bait. Karya tulis puisi ini juga memiliki nilai kesusahan dalam kata lain sastra tulisan yang di bentuk dalam prosa,dan puisi ini miliki bait yang terkait satu sama lain contohnya dari bait 1 ke 2 harus nyambung.

Nah puisi ini juga merupakan karya tulis ilmiah dari nama dan bentuk nya sudah jelas puisi ini aadalah karya terikat oleh aturan dan puisi ini memiliki jenis dan ketentuannya,apa saja itu mari kita bahas dan telaah satu persatu.

Sejarah Puisi
Sejarah puisi ini sangatlah panjang untuk di ceritakan, maka dari itu saya akan mempersingkat saja tentang sejarah puisi ini. Jadi menurut sumber yang saya baca yaitu dari Deepublis. com bahwa puisi di mulai pada abad 3 SM. Puisi pertama atau puisi tertua pada saat itu adalah Milenium di Sumeria, puisi ini yang berjudul Epos Gligames yang dituliskan dalam tablet tanah liat dan Papyru. Sementara puisi Kuno kedua juga berada di yang Kuno yaitu IIIiand Odyessey.

Nah dari sini kita ketahui bahwa sejarah puisi bukan berada di tanah air saja melainkan di negara-negara terdahulunya, maka lahirnya puisi juga dari zaman perkembangan romawi Kuno hingga perkembangan puisi di zaman era digital pada saat ini.

Penetapan Hari Puisi Dunia (Internasional)
Penetapan ini juga tidak asal penetapan pada lamanya puisi sedunia, akan tetapi data UNESCO mengatakan hari lahir puisi dunia ini di nobatkan pada tanggal 21 Maret 1999. Tujuan adanya penetapan hari lahir puisi ini di karenakan supaya banyak orang-orang di dunia lebih banyak membaca, menulis, berkarya dan menerbitkan hasil pemikiran yang di tuangkan dalam bentuk seni puisi yang bebas yang miliki rasa bahagia, sedih, gembira dan gelisah, yang ada di hati dan benak pikiran manusia.

Maka terciptanya lah hari puisi sedunia dan di nobatkan pada tanggal 21 bulan Maret tahun 1999 hingga saat ini.

Macam jenis puisi
Puisi ini juga memiliki ragam tata bahasa yang berbeda di setiap negara, serta ciri khas puisi bisa disampaikan dari perasaan yang kita alami pada saat ini.

Sehingga pembaca atau orang yang menyampaikan puisi bisa menyat hati para pendengar atau audiens,serta para pembuat puisi juga melampirkan kejadian yang sebenar-benarnya atau dalam artian melalui bahasa kasar si penulis puisi.

Nah macam jenis puisi ada berberapa macam yaitu: puisi lama terdiri dari pantang, syair, mantra dan gurindam. Sedangkan puisi modern terdiri dari puisi naratif, puisi lirik dan puisi deskriptif.

Dari sini sudah jelas bahwa puisi yang kita kenal juga bukan hanya di daerah Indonesia saja melainkan di luar negara.

Apa saja jenis puisi luar negara itu juga meliputi jenis syair dan pantun, maka tidak jarang orang luar juga bisa membuat puisi dan membaca puisi, contohnya di negara Malaysia mereka juga bisa dalam bergantung dan bersyair mengunakan atau memakai bahasa melayu. Sebagai contoh puisi bahasa melayu,

Buah cempedak di atas bagar
Saye ke sini nak cari makan
Kalau boleh nak puan memberi jalan
Gemuruh tebuh dah bergeger

Ambik wuduh pergilah sembahyang
Nah mintak jalan ke pade tuhan
Dak elok bising-bising kat kawan
Nantik kurang tak mau bekawan

Nah dari sini kita tahu bahwa pembacaan puisi di negara Malaysia tidak jauh berbeda dengan pembawaan puisi di Indonesia. Akan tetapi pembawaan pantun atau puisi di negara Malaysia memakai tata bahasa melayu.

Nah disini juga puisi juga bisa memakai bahasa daerah dalam tanda”puisi daerah di setiap negara. Contohnya negara indonesia negara indonesia sendiri memiliki suatu keragaman dalam tata dan pemakaian bahasa serta suku, ras, dan budaya.

Nah saya akan menyampaikan kalau puisi ini juga bisa berbentuk kaba masyarakat daerah Minangkabau, contoh kaba yaitu kaba Siti kalau, Anggun nan Tongga serta masih banyak kaba-kaba lainnya yang ada di daerah Minangkabau serta daerah Indonesia lainnya.

Ragam bahasa yang di pakai pada puisi
Ragam bahasa yang di pakai di setiap negara itu juga berbeda. Karena cara pembawaan dan pemakaian kata dan bahasa berbeda, kelayakan negara memakai bahasa melayu tetapi ada juga memakai bahasa negara masing-masing.

Seperti yang sudah saya jelaskan dalam paragraf sebelumnya bahwasanya puisi ini tidak sembarangan di bajakan harus menggunakan irama dan syair yang ciri khas, kalau puisi bertemakan perang maka harus memakai nada tegas dan pembawaan yang gagah sedangkan puisi yang bertemakan romantis harus memakai nada yang kemajuan penghayatan penuh cinta dan anggun.

Nah dari sini sudah jelas bahwa puisi memiliki ciri khas dan kenaikan yang estetika sendiri di setiap daerahnya dan negara serta memiliki ragam tulisan yang mudah di pahami oleh pendengar dan keharuan suasana yang ada dalam puisi tersebut. Kita akan masuk ke penjelasan puisi lama dan modren pada pembahasan kali ini yaitu sebagai berikut.

Puisi lama
Puisi lama adalah puisi yang terikat akan syarat dan ketentua yang berarti terikat akan. Bait, syair, rima, irama dan puisi lama ini kebanyakan dalam pantun, gurindam, dan kaba mak dapat di artian kalau puisi lama ini menyimpulkan ciri khas yang klasik atau Kuno.

Dan puisi lama ini harus bersajak seperti aa,abab,acara dan pasti memiliki 4 bait atau 5 bait dalam satu puisi. Serta kebanyakan memakai majas alam seperti metafora, hiperbola, sindiran dan sebagainya.

Contohnya dalam puisi Indonesia yaitu puisi Aku karya Charil Anwar. Yang sangat populer di kangen masnyarakat Indonesia dari dahulu hingga sekarang ini.

Puisi modern
Puisi modern adalah puisi yang tidak terikat oleh bait, irama atau peraturan lainnya. Nah biasa nya puisi baru atau modern ini kebanyakan puisi anak sekolahan yang belum tau dalam ketentuan pembuatan atau penulisan puisi yang bersangkutan dengan majas-majas dan ketentuaan lainnya atau keterikatan yang telah di tentukan oleh pengarang puisi pada zaman era modrem ini.

Biasanya dalam bentuk puisi baru ini memakai teknik atau metode Pikiran cepat dan poin-ponnya saja dan juga kebanyakan puisi baru ini memakai narasi dan pengalaman masa remaja yang di alami oleh si penulis puisi tersebut.

Jadi kesimpulan yang bisa saya ambil dalam artikel saya ini ialah, hari puisi dunia (Internasional) yang di selenggarakan pada tanggal 21 maret 1999. Hari perayaan puisi ini kebanyakan di negara-negara sekumpulan yang tau akan keberadaan puisi,puisi juga memiliki dua jenis puisi yaitu puisi lama dan puisi baru(modern).

Puisi ini juga ada memakai bahasa melayu di negara yang menggunakan bahasa melayu contohnya di negara Malaysia, dan juga puisi ini memakai majas atau pelengkap yang di tulis dalam puisi tersebut.

Puisi juga merupakan karya sastra tulisan yang banyak di gemari oleh anak muda dan puisi juga muda di tulis menggunakan perasaan atau rasa yang kita rasakan pada saat hati kita bahagia maka puisi yang kita tulis akan happy sedangkan kalau puisi kita bermakna sedih berarti hati si penulis lagi sedih, jadi kita harus tetap melestarikan karya tulisan yang berbentuk puisi tersebut. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penanganan Karhutla Indonesia Berbasis Teknologi
Pendidikan Gratis, Jalan Menuju Indonesia yang Cerdas, Adil dan Makmur
IKHLAS itu MUDAH
Menata Ulang Lanskap Kebijakan Kesejahteraan: Dari Ilusi Desil Menuju Taksonomi Pendapatan Berbasis Keadilan Konstitusional
Sekolah Berbasis Potensi, Minat dan Bakat Anak
Munajat Cinta di Sepenggal Tanah Surga
Muktamar NU ke-35, Menentukan Arah Khidmah NU dan Masa Depan Umat
Di Tanah Kelahiran, Harapan Kami Menggantung di Ujung Pena Regulasi
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 11:11 WIB

Penanganan Karhutla Indonesia Berbasis Teknologi

Selasa, 29 September 2026 - 10:10 WIB

Pendidikan Gratis, Jalan Menuju Indonesia yang Cerdas, Adil dan Makmur

Minggu, 13 September 2026 - 05:44 WIB

IKHLAS itu MUDAH

Rabu, 2 September 2026 - 13:57 WIB

Menata Ulang Lanskap Kebijakan Kesejahteraan: Dari Ilusi Desil Menuju Taksonomi Pendapatan Berbasis Keadilan Konstitusional

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:36 WIB

Sekolah Berbasis Potensi, Minat dan Bakat Anak

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB