Ekonomi

Harga Minyak Serai Selangit, Petani Berebut Beli Bibit

Pasaman, Prokabar – Sarai wangi harganya mahal. Petani pun tergoda dan bergegas menanamnya. Akibatnya harga bibit naik. Waduh!

Sepekan ini saja sudah naik Rp5 ribu, menjadi Rp12 ribu. Akankah harga sarai wangi akan sewangi namanya setelah ini? Tak ada yang bisa memprediksi. Sekarang harga minyak serai Rp300 ribu per kg.

“Pekan lalu harga bibit sarai masih berkisar Rp7 ribu per kilo, sekarang harga mencapai Rp12 ribu per kilo. Kenaikan ini disinyalir karena tingginya permintaan para petani yang ingin bercocok tanam sarai harum,” kata Edi warga Lembah Bukik, Jorong Salibawan, Nagari Sundata kepada prokabar.com, Selasa (15/5).

Dijelaskan Edi, untuk di Lembah Bukik, struktur tanah dan cuaca sangat mendukung bercocok tanam sarai wangi. “Bahkan ada yang beralih, dari kebun kakao ke sarai. Nilai jualnya tinggi, minyak daun sarai yang sudah disuling mencapai Rp300 ribu per kilo,” kata Edi.

Selain di kawasan kebun, masyarakat Lembah Bukit juha memanfaatkan lahan pinggir rumah untuk menanam sarai wangi.

Terkait proses panenya, Edi mengaku, dari mulai musim tanam, rata-rata bibit unggul sarai sudah bisa dipanen selama 4 bulan. Nantinya, daun sarai yang dipotong tanpa batang, bakal dimasukan ke dalam dorom penyulingan. Satu dorom besar bekas tempat oli yang sudah bersih, diisi daun sarai berkisar 30 kilo. Setelah disuling, bakal mendapat sekitar 0,7 ons minyak sarai.

“Inilah yang dikumpul lalu dijual. Selain harga tinggi, perawatannyapun tidak serumit komoditi lain,” tukas Edi. (ola)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top