Harapan Baru di Tanah Datar: Sekolah Rakyat Siap Menggerakkan Tanjung Alam

Penulis -

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 08:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar – Di antara deretan sawah yang menghijau dan angin sejuk yang membelai bukit Nagari Tanjung Alam, Kecamatan Tanjung Baru, Tanah Datar, ada sesuatu yang sedang tumbuh. Bukan padi yang siap panen, melainkan harapan. Harapan itu datang dari rencana pembangunan Sekolah Rakyat yang diperkirakan menelan investasi hingga Rp1,5 triliun.

Angka itu tentu terdengar fantastis bagi banyak warga. Tapi yang mulai terasa di nagari yang selama ini hidup dari pertanian dan perdagangan tradisional ini adalah kemungkinan hadirnya kehidupan baru.

Di atas lahan 23 hektare, kelak akan berdiri kawasan sekolah yang mampu menampung sekitar 3.000 siswa. Jumlah itu hampir sepertiga dari total penduduk Tanjung Alam yang diperkirakan hanya 9.000 hingga 10.000 jiwa.

Baca Juga :  Kabut Asap Memburuk, Disdikbud Padang Terapkan PJJ untuk PAUD, SD, dan SMP

Bayangkan saja: setiap hari ribuan orang akan datang, belajar, bekerja, makan, belanja, dan beraktivitas di kawasan yang sama. Dari situ, roda ekonomi mulai berputar.

Ketua DPRD Tanah Datar, Anton Yondra, melihat proyek ini sebagai peluang besar yang bisa mengubah wajah ekonomi masyarakat dalam jangka panjang.

“Insya Allah investasi Rp1,5 triliun ini dapat terlaksana dengan baik. Kehadiran Sekolah Rakyat akan memberi dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat Tanjung Alam dan Tanah Datar secara keseluruhan,” ujarnya.

Menurut Anton, yang akan tumbuh bukan sekadar gedung sekolah modern. Warung makan bisa semakin ramai, usaha transportasi berkembang, rumah kontrakan dan penginapan terisi, toko kebutuhan harian laris, dan pelaku UMKM setempat mendapat pasar baru yang sebelumnya tak terbayangkan.

Baca Juga :  Pemko Padang Terapkan Antrean Digital Solar Truk di Koto Lalang, Atasi Macet di SPBU Bandar Buat

“Ini bukan sekadar pembangunan sekolah. Ini investasi jangka panjang yang akan melahirkan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Tanah Datar,” katanya.

Pandangan serupa disampaikan tokoh pers Sumatera Barat, Khairul Jasmi. Baginya, manfaat terbesar justru akan terasa setelah sekolah beroperasi. Banyak orang masih melihatnya hanya dari sisi bangunan fisik, padahal yang lahir adalah ekosistem ekonomi baru.

“Yang dibangun bukan hanya gedung sekolah. Yang tumbuh adalah aktivitas ekonomi baru. Ada ribuan orang yang tinggal, belajar, bekerja dan berbelanja setiap hari. Di situlah ekonomi mulai bergerak,” ujar KJ, sapaan akrabnya, pada Jumat (7/8/2026).

Tiga ribu siswa berarti rantai kebutuhan yang panjang: pangan, logistik, transportasi, jasa kebersihan, perdagangan, hingga berbagai layanan pendukung lainnya. Semua itu akan mengalir ke masyarakat sekitar.

Baca Juga :  Hujan Deras Picu Gangguan Pelayanan Air Minum, Sejumlah Intake Perumda Air Minum Kota Padang Terdampak

Di balik rencana besar itu tersimpan pula semangat gotong royong khas Minangkabau. Lahan 23 hektare yang menjadi lokasi pembangunan merupakan hibah dari keluarga besar Dony Oskaria, sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan nasional.
Bagi warga Tanjung Alam, Sekolah Rakyat bukan sekadar proyek pembangunan. Ia membawa harapan bahwa anak-anak dari berbagai daerah akan datang menuntut ilmu, sementara masyarakat setempat memperoleh peluang ekonomi yang lebih luas.

Di nagari yang selama ini bergerak dengan ritme pertanian dan pasar tradisional, investasi Rp1,5 triliun itu mulai dipandang sebagai titik awal perubahan: bukan hanya membangun sekolah, melainkan membangun masa depan baru bagi Tanjung Alam dan Tanah Datar.

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hujan Deras Picu Gangguan Pelayanan Air Minum, Sejumlah Intake Perumda Air Minum Kota Padang Terdampak
Sambut HUT ke-26, FKIKSP Salurkan Bantuan Rp10,23 Juta untuk Panti Asuhan Al Hurul Ain
BPBD Padang Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Kampung Apa Koto Tangah
Pemko Padang Terapkan Antrean Digital Solar Truk di Koto Lalang, Atasi Macet di SPBU Bandar Buat
KAI Divre II Sumbar Perkuat Dukungan Hukum dan Pengamanan Aset melalui PKS dengan Kejaksaan Negeri Bukittinggi
KAI Divre II Sumbar Bersama BRI Dorong UMK Mitra Binaan Naik Kelas dan Berdaya Saing
Fadly Amran Tinjau Pembangunan SDN 01 Pasar Laban, Minta Percepat dan Bangun Tanggul
Kabut Asap Memburuk, Disdikbud Padang Terapkan PJJ untuk PAUD, SD, dan SMP
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Hujan Deras Picu Gangguan Pelayanan Air Minum, Sejumlah Intake Perumda Air Minum Kota Padang Terdampak

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Sambut HUT ke-26, FKIKSP Salurkan Bantuan Rp10,23 Juta untuk Panti Asuhan Al Hurul Ain

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:26 WIB

BPBD Padang Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Kampung Apa Koto Tangah

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:26 WIB

Pemko Padang Terapkan Antrean Digital Solar Truk di Koto Lalang, Atasi Macet di SPBU Bandar Buat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:42 WIB

KAI Divre II Sumbar Perkuat Dukungan Hukum dan Pengamanan Aset melalui PKS dengan Kejaksaan Negeri Bukittinggi

Berita Terbaru