Ramadan 1440 H

Gubernur Sumbar Minta PKL di Kelok 9 Ditertibkan Jelang Lebaran

Padang, Prokabar – Selain kawasan Pasar Koto Baru Kabupaten Agam, Jembatan flyover Kelok Sembilan di Kabupaten Limapuluh Kota juga menjadi titik macet saat mudik lebaran. Penyebabnya pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan dibahu jalan.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menegaskan, PKL harus diterbitkan demi menjaga keselamatan jutaan orang yang akan melangsungkan mudik lebaran 1440 Hijriah.

“Ada sekitar 200 PKL yang berjualan di atas flyover Kelok Sembilan. Tindakan ini diambil karena jalur tersebut adalah jalur vital, terlebih saat mudik dan Lebaran nantinya,” ungkapnya, kemarin.

Dia meminta Satpol PP Provinsi segera melakukan penertiban sebelum ada korban. Sebab bila terjadi longsor tentu banyak memakan korban, kita minta kepada Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota bersikap kooperatif terhadap rencana relokasi PKL.

“Apapun alasannya, berdagang di bahu jalan itu melanggar dan juga mengancam keselamatan pedagang itu sendiri,” tegas Irwan.

Keberadaan pedagang berjualan di sepanjang jembatan layang Kelok Sembilan sudah meresahkan, karena memakan lebih dari sepertiga panjang jembatan dan lebih dari setengah lebar badan jalan. Sehingga memang sangat mengganggu dan mengancam keselamatan orang.

“Kita harus bersikap tegas kepada PKL yang berjualan di atas jembatan flyover, harus dibersihkan, karena pedangan tersebut bisa menimbulkan longsor jembatan, akibat ada beban berat parkir kendaraan hanya untuk belanja dan menikmati pemandangan,” ujarnya.

Persoalan pedagang di jembatan Kelok Sembilan tersebut telah terjadi sejak diresmikan pada 2013 dan terus bertambah tiap tahunnya, masih belum terselesaikan hingga saat ini.

“Selain berpotensi membahayakan konstruksi jembatan karena memancing pengendara singgah di atas jembatan, lapak-lapak tersebut juga sangat mengganggu pemandangan,” tukasnya. (*/mbb)

Berani Komen Itu Baik

Loading...
To Top