Padang, Prokabar — Kenapa di Indonesia, hanya gubernur Sumbar yang selalu jadi Menteri. Tak di zaman Jokowi.
“Gubernur kami berkomunikasi dengan rakyat memakai bahasa rakyat. Kami dan gubernur tak ada jarak kecuali karena rasa hormat,” kata Wan Sawal rakyat yang sudah berusia 65 tahun di pinggiran Bukittinggi, dalam sebuah wawancara sambil ngopi dengan prokabar.com, Senin kemarin.
Temannya di sebelah menyambung, “gubernur awak tu cadiak (cerdik),” katanya.
Sejarah mencatat, gubernur pertama Sumbar, di zaman bergolak PRRI Brigjen Polisi Kaharuddin Dt Rangkayo Basa. Jenderal polisi pertama yang jadi gubernur di Indonesia. Tak jadi menteri. Kenapa? Karena pusat melihat orang Minang memberontak. Kaharuddin adalah satu dari sedikit tokoh yang menilai PRRI tidak perlu.
Gubernur berikut Harun Zain. Mantan rektor Unand, kemudian jadi menteri Transmigrasi. Ia digantikan Azwar Anas, jadi menteri Perhubungan dan beberapa jabatan menteri lainnya.
Azwar digantikan oleh Hasan Basri Durin. Jadi menteri Agraria. Ia digantikan Zainal Bakar. Sayang ia meninggal dunia lebih awal. Zainal diganti Gamawan Fauzi. Dialah mendagri sipil pertama. Berkelukuran oleh kasus e-ktp. Tidak kata dia, iya juga kata pengamat. KPK beberapa kali memeriksanya. Digantung ta bertali tokoh Minang satu ini.
Habis Gamawan masuk Irwan Prayitno. Inilah gubernur pertama di Sumbar dari parpol. Masih menjabat. Jadi menteri? Harusnya iya tapi dia orang partai. Wait and see.
“Kalau pilgub sebenarnya sejak dulu kami memilih calon menteri sekaligus. Sejak reformasi rusak cara kami memandang bangsa ini dibuatnya. Kacau sabana kacau,” kata pelanggan lapau di pinggiran Bukittinggi itu. Nah. (nrs)
















