Padang Prokabar – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatra Barat menggelar Kegiatan Gerakan Literasi Sejuta Pemirsa (GLSP) di Auditorium Istana Bung Hatta, Kamis (4/8).
Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Sumbar juga menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah Hari Penyiaran Nasional tahun 2023.
Wakil Gubernur Audy Joinaldy yanghadir via Zoom mengungkapkan pentingnya menguatkan entitas lokal yang juga selaras dengan semangat otonomi daerah.
“Tentunya ini menjadi kesempatan bagi penyiaran di daerah melawan dominasi informasi yang Jakarta Centris,” kata Audy Joinaldy merujuk undang-undang tentang sistem stasiun berjaringan (SSJ).
Baca Juga : Ciptakan Terobosan Baru KPID Sumbar Bakal Hadirkan Sekolah P3SPS
Wagub Milenial ini berharap, penyiaran daerah pada era digital harus mampu mengangkat isu lokal yang memiliki dampak global dan membawa isu global dengan dampak lokal.
Lebih jauh, ia mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sangat mendukung pengembangan bisnis penyiaran di daerah, baik lewat regulasi atau pun kebijakan afirmatif.
“Salah satunya, kita mendorong lahirnya Peraturan Daerah (Perda) Penyiaran di Sumatera Barat. Semoga saja Perda ini menumbuhkan industri penyiaran yang memiliki dampak secara ekonomis dan budaya, bagi masyarakat Sumatera Barat,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua KPID Sumbar, Dasrul menyebut jajarannya terus menjalin komunikasi dengan pusat, karena ia belum lama menjabat.
“Sudah tiga bulan sejak dilantik intens berkomunikasi untuk mendapatkan gambaran dan acuan bagaiamana lembaga negara bekerja” ungkapnya.
Ia memaparkan, tupoksi KPID adalah mengawasi lembaga penyiaran swasta. Salah satunya adalah untuk tetap memuat konten berbasis kearifan lokal minimal 10 persen yang terus ia upayakan.
“Bagi KPID Sumbar, ini tantangan luar biasa. Karena itu, KPID Sumbar tidak bisa sendiri, terlebih masyarakat pemirsa dan pendengar merupakan raja yang dilayani dalam bentuk siaran. Maka, warga Bisa memberi masukan dan tanggapan atas siaran yang diterima,” kata Dasrul. (*/adh)
















