Gempabumi Subduksi Mengguncang Tua Pejat-Mentawai

Penulis -

Kamis, 5 April 2018 - 19:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kamis, tanggal 05 April 2018, pada pukul 06:46:05 WIB, masyarakat tua pejat kepulauan Mantawai dikejutkan dengan adanya goncangan gempabumi. Dari hasil analisa BMKG Stasiun Geofisika Padang Panjang diperoleh parameter gempabumi dengan kekuatan M=4.8. Pusat gempabumi ini berada di laut pada koordinat 2.33 Lintang Selatan dan 99.22 Bujur Timur sekitar 105 km Tenggara Kep. Mentawai pada kedalaman 27 kilometer.

Berdasarkan laporan dari masyarakan goncangan tersebut dirasakan di Tua Pejat dan Siberut dengan Skala Intensitas II SIG BMKG atau II-III MMI.
Gempabumi ini diakibatkan oleh aktivitas subduksi lempeng di samudera Hindia sebelah barat kepulauan Mentawai. Jalur subduksi lempeng tektonik India-Australia dan Eurasia di Indonesia memanjang dari pantai barat Sumatera sampai ke selatan Nusa Tenggara. Pada sistim subduksi Sumatera dicirikan dengan menghasilkan rangkaian busur pulau depan (forearch islands) yang non vulkanik (Pulau Simeulue, Nias, Banyak, Batu, Siberut hingga Pulau Enggano). Lempeng India-Australia menunjam ke bawah lempeng Benua Eurasia dengan kecepatan ±50-60 mm/tahun.

Berdasarkan hasil peta guncangan menunjukkan gempabumi ini dirasakan di pulau Siberut dan pulau Pagai.
Berdasarkan catatan data sejarah kegempaan yang berdekatan dengan lokasi tersebut adalah gempabumi yang terjadi pada tanggal 25 Februari 2008 dengan kekuatan 7.0 SR, dan dirasakan di Mentawai dan Painan V MMI, Padang IV MMI, dan mengakibatkan beberapa rumah mengalami kerusakan di Sikakap, Kep. Mentawai.

Sebelum terjadi gempabumi dirasakan ini, telah terjadi beberapa gempabumi pada daerah tersebut namun tidak dirasakan, gempabumi tersebut terjadi pada pukul 23:16:35 dengan magnitude 4.3 SR, 01:37:32 dengan magnitude 4.5 SR, 01:48:27 dengan magnitude 3.3 SR, 05:13:50 dengan magnitude 3.6SR, 06:36:54 dengan magnitude 2.8 SR. Hasil monitoring BMKG hingga saat ini belum terjadi gempabumi susulan. Untuk itu masyarakat kepulauan Mentawai dihimbau agar tetap tenang mengingat gempabumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami.(rls)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI
Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari
Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027
Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir
Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup
Merasa Dilecehkan Kadis, Staf Disparporabud Pasaman Lapor Polisi
Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026; Kalah Adu Penalti dari Paraguay, Jerman Angkat Koper
Si Jago Merah Mengamuk Dua Unit Rumah Warga Lubuk Sikaping Tinggal Abu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:35 WIB

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI

Senin, 28 September 2026 - 09:52 WIB

Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:14 WIB

Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:48 WIB

Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB