Tanah Datar, Prokabar – Mengulang kesuksesan konferensi tahun lalu, pada tahun 2019 ini FTIK IAIN Batusangkar akan kembali menggelar ICoE yang ke 4. Mengangkat tema “Inovation in Islamic Education: Challenges and Readiness in Society Era 5.0”.
Rencananya konfrensi tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 25-26 September 2019 di dua tempat yaitu Emersia Hotel & Resort Batusangkar dan Kampus 1 IAIN Batusangkar.
Kegiatan yang dinahkodai oleh Wakil Dekan III FTIK IAIN Batusangkar, Fadriati itu menyasar tema era society 5.0 yang merupakan era baru dalam konsep teknologi masyarakat yang berpusat pada manusia dan berkolaborasi dengan teknologi (AI dan IoT) untuk menyelesaikan masalah sosial yang terintegrasi pada ruang dunia maya dan nyata.
Untuk mencapai tujuan yang diinginkan, Panitia ICoE-4 FTIK IAIN Batusangkar, akan mengundang pemateri dari 5 Negara yang memiliki kapasitas pada pembahasan tema tersebut seperti Prof. Magdy Bahig Behman dari Eastern Mennonite University, Virginia-USA, Mark Heyward, Ph.D dari University of Tasmania, Australia, Dr. Sulaiman Hassan Sulaiman El Warfali darj University of Tripoli, Libya, Prof. Reevany Bustami, BA., MA., Ph.D dari University Sains Malaya, Malaysia, Prof. Ganefri, Ph.D dari State University of Padang, Indonesia dan Dr. Wahidah Fitriyeni, S.Psi., MA IAIN Batusangkar.
“Event tahunan itu menyediakan kesempatan bagi para peserta sebanyak 300 orang partisipan dan presenter untuk ambil bagian pada parallel session,” ucap Dekan FTIK IAIN Batusangkar, Sirajul Munir.
Ia menambahkan jika ICoE-4 merupakan salah satu wujud nyata FTIK untuk mengulang kesuksesan tahun lalu dengan mengangkat tema Digital Age. Kegiatan ini juga merupakan sarana bagi seluruh tenaga pendidik, tenaga kependidikan, serta berbagai elemen lain dari masyarakat untuk menuangkan ide-idenya dalam artikel bentuk tulisan untuk dipublikasi pada jurnal yang terindeks scopus dan jurnal terakreditasi nasional di google schoolar. (eym)
















