Padang, Prokabar – Prof. Dr. Hendra Suherman, S.T., M.T., Guru Besar Fakultas Teknologi Industri, yang pernah menjabat menjadi Pjs. Rektor dan saat ini menjadi Wakil Rektor I Universitas Bung Hatta, secara resmi menyandang gelar Guru Besar dari KemenristekDikti melalui LLDikti wilayah X, Januari (31/1/20) lalu.
Sementara itu, di tahun 2019 lalu, FTI juga memiliki 1 Profesor di bidang Teknik Kimia, yakni Prof. Dr. Reni Desmiarti, M.T. Di tengah pandemi Covid-19, Prof. Reni Desmiarti juga gencar menghasilkan produk tepat guna, hasil kolaborasi antara dosen dan mahasiswa. Produk itu diberi nama Stecare dengan beberapa item, seperti hand sanitizer, masker, disinfektan, dan pencuci tangan portable.
Universitas Bung Hatta patut berbangga. Di usianya yang masih sangat muda, dua orang tersebut telah berhasil memperoleh gelar Guru Besar. Jika diselisik, masing-masing mereka aktif mengikuti dan menulis di jurnal internasional bereputasi.
Prof. Hendra Suherman, misalnya, ia diundang sebagai pembicara dalam Twenty-Second Internasional Confrence on Composite Materials (ICCM 22), Melbourne, Australia (10-17/8).
Kegiatan ini ditanggung sepenuhnya oleh dana pelaksana DIPA Kemenristek Dikti sebagai bentuk dari Tridarma Perguruan Tinggi, yaitu desiminasi hasil penelitian pada forum International. Acara ini dihadiri oleh 1000 peneliti composite di seluruh dunia.

Prof. Hendra Suherman juga berhasil memenangkan tiga hibah, yang salah satu riset unggulannya adalah World Class Research.
Di samping itu, Prof. Hendra Suherman pernah melakukan kolaborasi penelitian dengan mahasiswa. Mahasiswa Program Studi Teknik Mesin akan semakin percaya diri ketika dapat berinteraksi langsung dengan beliau di samping kegiatan proses belajar mengajar di dalam kelas. Dengan begitu, program ‘Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar’ dengan sendirinya terlaksana di Universitas Bung Hatta.
Prof. Herri, Kepala LLDikti wilayah X, menyampaikan rasa bangga bahwa saat ini bertambahnya Guru Besar di LLDikti wilayah X. Universitas Bung Hatta diharapkan semakin dinamis dan LLDikti wilayah X selalu berupaya dan mendukung kapabilitas dan kualitas para dosen.
“Mudah-mudahan, dengan bertambahnya Guru Besar di Universitas Bung Hatta, kampus ini semakin unggul dan terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Program S-3 harus ada di Univeritas Bung Hatta dan diharapkan menjadi lanjutan pendidikan bagi mahasiswa karena sumber daya manusia di Universitas Bung Hatta sangat mendukung,”imbuh Prof. Herri.
Kepala LLDikti wilayah X juga merekomendasikan kepada parasiswa SMA/SMK, yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi untuk kuliah di Universitas Bung Hatta. Generasi muda harus melek terhadap lembaga pendidikan dengan mempertimbangkan kulitas SDM, terutama dosen yang berkualitas nasional dan internasional.

Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Bung Hatta memiliki 5 program studi (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Industri,Teknik Kimia, dan Teknologi Rekayasa Komputer Jaringan). Pendaftaran calon mahasiswa baru 2020 ini gratis biaya pendaftaran. Seleksi administrasi pun sangat praktis. Cukup mendaftar ke spmb.bunghatta.ac.id tanpa harus ke kampus.
Kerja sama antarperguruan tinggi juga diharapkan agar tujuan pendidikan saat ini tercapai melalui pendidikan yang ideal saat ini mengandung kompleksitas ilmu. Kehadiran Guru Besar merupakan suatu hal yang penting untuk membangun universitas dengan tantangan zaman yang muncul saat ini.
Ketua Badan Pengurus Yayasan Pendidikan Bung Hatta, H. Masri Hasyar, S.H., berkata, “Kebahagiaan yang luar biasa kami peroleh karena Prof. Hendra Suherman dan Prof. Reni Desmiarti adalah pribadi muda yang aktif dan kreatif. Oleh sebab itu, dengan keberhasilan mereka memperoleh Guru Besar akan memotivasi para dosen di UBH untuk menyusulnya, apalagi dosen UBH sebagian besar telah bergelar doktor (S-3).”
*Jalin Relasi, Dosen FTI Hasilkan Produk Tepat Guna*
Universitas Bung Hatta bekerja sama dengan Koperasi SMR menyerahkan bantuan dua unit bilik disinfektan kepada Wali Kota Padang di tengah pandemi Covid-19 (15/4).
Prof. Dr. Tafdil Husni, Rektor Universitas Bung Hatta mendorong agar masing-masing fakultas mengikuti jejak FTI; yang berperan aktif menggerakkan para dosen dan mahasiswa dalam mengatasi wabah Covid-19.
Dr. Ir. Hidayat, M.T, IPM., Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta telah membentuk Tim Resque Covid-19 yang diketuai oleh Ir. Iman Satria, M.T., IPM., yang anggotanya terdiri atas dosen dan mahasiswa.
Beberapa kegiatan yang sudah dilakukan dosen dan mahasiswa FTI adalah membuat produk untuk kebutuhan pencegahan penularan Covid-19, seperti bilik disinfektan, wastafel portabel, hand sanitizer, cairan disinfektan, masker, dan terakhir, ventilator sebagai alat bantu pernapasan yang saat ini dalam proses pengujian.
*FTI Tingkatkan Kepedulian terhadap Masyarakat*
“Dalam menjalankan program tersebut, tim bekerja sama dengan jejaring yang sudah terbangun selama ini, salah satu di antaranya adalah Koperasi Saudagar Minang Raya (KSMR) yang diketuai oleh Joi Kahar,”ungkap Iman Satria.
Tampak hadir Prof. Marlina yang juga ketua SMR Sumatera Barat mewakili ketua SMR Pusat Joi Kahar. Sementara itu, dari Universitas Bung Hatta, diwakili oleh Dekan FTI, Dr. Ir. Hidayat, M.T.
Dalam sambutannya, Marlina menyampaikan bahwa selain bantuan bilik disinfektan ini, KSMR sudah menyerahkan beberapa bantuan lain langsung ke pengguna, seperti APD untuk rumah sakit/puskesmas dan juga sembako kepada masyarakat.
Hidayat juga menyampaikan bahwa selain bilik disiinfektan yang diserahkan ke Pemko Padang, Universitas Bung Hatta juga sudah menyerahkan bilik disinfektan ke Perguruan Islam Ar Risalah Padang beberapa hari yang lalu, berkat dukungan dari Bank Syariah Mandiri dan PT Kunango Jantan. Selain itu, juga sudah dilakukan pembagian sembako, masker, dan hand sanitizer kepada masyarakat sekitar kampus.
Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah menyambut baik kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan oleh Universitas Bung Hatta dan KSMR sebagai bentuk kepedulian bersama dalam menghadapi Covid-19 ini.
Mahyeldi juga mendorong agar tim Universitas Bung Hatta segera menyelesaikan ventilator karena sangat diperlukan sebagai antisipasi menghadapi wabah ini, di samping ketersediaan ventilor di rumah sakit saat ini sangat terbatas.
*Kerja Sama dengan Telkomsel, Universitas Bung Hatta Berlakukan Kuliah Daring dengan Aplikasi CloudX*
Untuk mendukung pelaksanaan perkuliahan daring di tengah pandemi Covid-19, mahasiswa Universitas Bung Hatta diberikan kemudahan berupa penawaran paket pulsa 30 GB dengan harga Rp10 untuk pelaksanaan kuliah daring bekerja sama dengan PT Telkomsel. “Kami melaksanakan perkuliahan dengan sistem jarak jauh, dengan menggunakan aplikasi CloudX. Alhamdulillah, melalui video conference ini, dosen dan mahasiswa dapat melakukan tatap muka secara daring, baik untuk perkuliahan, seminar, dan bimbingan,”imbuh Hidayat.(*/mbb)


















