Trending | News | Daerah | Covid-19

Musik

Episode 12 Se2ruan : Kenangan Bagoes AA Dimata Jody MHR dan Richard Christian (1)


“Pribadi Unik dan Pendiam”

Dibaca : 233

Jakarta, Prokabar — Kepergian musikus senior Bagoes AA menyimpan kenangan tersendiri bagi putranya, Jody MHR dan penyanyi Richard Christian. Mengulik apa yang dirasakan kedua pria ini, Ifan Ohsi mengundang keduanya di acara Instagram Live @Se2ruan episode ke-12.

Sebagai narasumber pertama, Ifan mengajak Richard Christian untuk bergabung. Richard merupakan salah satu penyanyi yang terlibat dalam album terakhir Bagoes AA berjudul ‘Euphoria’.

Dibalik lagu ‘Datanglah Ceria’ dan ‘17 Setengah Tahun Keatas’ yang dinyayikannya, Richard begitu megagumi sosok Bagoes AA. Namun ditengah promo, Bagoes AA berpulang setelah sepuluh hari karyanya dirilis.

”Shock, karena kepergian Mas Bagoes itu setelah album ‘Euphoria’ rilis 18 Juni lalu. Beliau berpulang tanggal 28 Juni,” aku Richard mengawali perbincangan dengan Ifan Ohsi.

Dikisahkan Richard, lagu yang semulanya usai sepuluh tahun yang lalu ini akhirnya diperdengarkan di industri musik Indonesia.

”Sebenarnya lagu ini sudah sepuluh tahun yang lalu. Karena alasan ada penambahan lagu baru dan kondisi kesehatan Mas Bagoes, akhirnya rilis tahun ini,” ujar Richard menambahkan.


Masih teringat di fikiran Richard ketika kali pertama bertemu sosok Bagoes AA. Saat itu Richard dihubungi untuk terlibat dalam projek lagu Bagoes AA.

”Jujur saya belum tahu siapa itu Bagoes AA. Ternyata saat proses rekaman barulah sadar, wah ini orang ‘gawat’. Banyak penyanyi kenamaan yang membawakan karya beliau,” aku Richard sambil geleng kepala.

Selama proses rekaman, Richard menangkap keunikan cara Bagoes AA saat mendampinginya. Lagi-lagi Richard tak mengetahui bila lagu ‘Datanglah Ceria’ yang dibawakannya itu pernah dinyanyikan musisi legendaris Utha Likumahuwa.

”Tanpa ada workshop langsung kasih aransemen baru dan vokalnya dari beliau. Rekaman di studio rumahnya di lantai dua. Uniknya beliau nggak bilang kalau lagu ini pernah dinyanyikan Utha Likumahuwa. Waduh kalau tahu, pasti jadi beban juga sih,” kenang Richard memuji trik Bagoes AA kala itu.

Sepuluh tahun berlalu, Richard kembali dihubungi Bagoes AA untuk penggarapan video klip. Setengah terkejut dan gembira, Richard menyambut tawaran itu. Namun setelah mendengar penjelasan dari tim Langit Biru, Richard baru tahu bila proses pengambilan video klip berlangsung di Turki.

”Saya pikir video klipnya di sini ternyata itu di Turki, negara terjauh yang belum pernah saya kunjungi. Seserius itu dan waktunya sangat cepat untuk mengurus visa,” kenang Richard yang menyebut pembuatan video klip berlangsung Maret lalu.

Dari kesan selama bekerjasama dengan Bagoes AA, Richard mengaku banyak pengalaman yang berharga. Bahkan Richard berharap suatu saat nanti ada panggung khusus untuk mengenang Bagoes AA.

”Harapannya ada tribute untuk menghargai karya-karya Mas Bagoes. Semoga terlaksana,” harap Richard mengakhiri perbincangan. (beb)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top