Jakarta, Prokabar — Merespon permintaan dari sejumlah pemda, Kementerian Perhubungan beserta PELNI dan sejumlah pemimpin daerah menandatangani kesepakatan untuk menyediakan empat armada kapal PELNI sebagai tempat isolasi terpusat.
Kegiatan penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan Kementerian Perhubungan dan PT PELNI (Persero), dengan pejabat dari Bitung (Sulawesi Utara), Kabupaten Minahasa Utara, Medan, Sorong, dan Pemda Kota Jayapura. Kegiatan ini dilakukan secara virtual pada kemarin (12/8).
Direktur Utama PT PELNI Insan Purwarisya L Tobing menjelaskan bahwa perusahaan akan menyediakan empat kapal penumpang untuk dijadikan lokasi isolasi apung.
Keempat kapal tersebut antara lain KM Tatamailau untuk disiagakan di Pelabuhan Bitung, KM Bukit Raya di Pelabuhan Belawan, KM Sirimau di Pelabuhan Sorong dan KM Tidar di Pelabuhan Jayapura.
“Sebelum digunakan, seluruh kapal akan disterilisasi dan dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas pendukung untuk pelaksanaan isolasi terapung oleh pemerintah daerah dengan instansi. Ini harus dilakukan demi memenuhi standar sebagai lokasi isolasi mandiri sesuai yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan sebagaimana yang telah dilakukan di KM Umsini di Makassar,” jelas Insan dilansir Jumat (13/8).
KM Tatamailau, KM Sirimau dan KM Bukit Raya merupakan kapal penumpang dengan kapasitas sebesar 1000 pax.
KM Tatamailau dan KM Sirimau memiliki 456 bed yang dikhususkan bagi pasien dan 10 bed bagi tenaga medis. Sedangkan KM Bukit Raya memiliki kapasitas 450 bed bagi pasien dan 13 bed yang akan dialokasikan khusus untuk tenaga medis.
Sementara itu KM Tidar yang merupakan kapal dengan kapasitas 2000 pax, memiliki 873 bed bagi pasien dan 56 bed untuk tenaga medis yang bertugas.
“Seluruh kapal difasilitasi dengan kamera pengawas, internet, poliklinik, deck 6 yang dapat digunakan sebagai area joging, serta top deck yang dapat dimanfaatkan sebagai lokasi berjemur dan berolahraga. Kami harap fasilitas tersebut dapat mendukung proses pemulihan bagi pasien COVID-19 yang melakukan isolasi di atas kapal PELNI,” ungkap Insan.
Dirinya berharap, melalu kerja sama ini masing-masing pihak akan memaksimalkan potensi yang dimiliki dan saling bahu-membahu menangani kasus COVID-19 di Indonesia sehingga dapat segera membaik. (*)
















