Ekonomi Lesu, Angka Perceraian di Pesisir Selatan Melonjak Tajam

Penulis -

Selasa, 7 Januari 2020 - 12:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesisir Selatan, Prokabar – Pengadilan Agama (PA) Painan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar, mencatat angka perceraian di 2019 melonjak tajam dibandingkan periode tahun sebelumnya.

Data dihimpun Prokabar.com di Pengadilan Agama, sepanjang 2019 sedikitnya terdapat 663 kasus perceraian atau naik dari periode 2018 yang hanya tercatat 420 kasus saja.

Dari jumlah itu, 370 diantaranya merupakan cerai gugat (pihak perempuan). Sedangkan sisanya cerai talak (pihak laki-laki).

Ketua Panitera Pengadilan Agama, Hamzah mengatakan, faktor utamanya adalah masalah ekonomi. Apalagi, beberapa waktu terakhir ekonomi di Pessel melesu.

“Sebagian besar memang iya. Mereka dari berbagai latar belakang profesi,” ujarnya pada Prokabar.com di Painan, Senin (6/1).

Selain faktor ekonomi, kata Hamzah, pemicu lainnya adalah perselingkuhan. Sebagian dari mereka belum bisa memanfaatkan kemajuan teknologi informasi.

Akibatnya, terjadi penyalahgunaan kemajuan itu sendiri yang berujung pada pertengkaran. “Media sosial, misalnya. Bagi yang salah gunakan, sangat gampang untuk selingkuh,” tuturnya.

Kemudian faktor lainnya adalah banyaknya pasangan suami isteri yang tidak menjalani sidang nikah. Apalagi, bimbingan dari orang tua atau lingkungan sekitar juga rendah.

Akibatnya, pemahaman dalam biduk rumah tangga menjadi minim. Sebagian besar dari pasutri biasanya rentan terhadap pertengkaran yang berujung perceraian.

Untuk itu, pihaknya meminta pasangan suami isteri agar saling pengertian dalam membina rumah tangga. Jangan jadikan ekonomi sebagai pemicu patahnya hubungan rumah tangga.

Bijaklah dalam menggunakan kemajuan teknologi informasi. “Artinya, jangan terlalu asyik bermedia sosial, sehingga mengabaikan kepentingan keluarga,” ajaknya.

Namun, yang tak kalah penting adalah agar dapat meningkatkan pemahaman beragama. Dengan iman yang kuat, segala yang dapat memecah rumah tangga dapat dinetralisir.

Pihaknya berharap, perkuat pemahaman adat. Pada dasarnya, tingginya pemahaman tentang adat dinilai ampuh mencegah perceraian.

“Ini tentu menjadi tanggung jawab semua pihak, terutama pemerintahan,” tutupnya,(min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI
Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari
Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027
Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir
Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup
Merasa Dilecehkan Kadis, Staf Disparporabud Pasaman Lapor Polisi
Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026; Kalah Adu Penalti dari Paraguay, Jerman Angkat Koper
Si Jago Merah Mengamuk Dua Unit Rumah Warga Lubuk Sikaping Tinggal Abu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:35 WIB

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI

Senin, 28 September 2026 - 09:52 WIB

Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:14 WIB

Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:48 WIB

Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB